tafsir segala pesan

Rinai hujan pertegas pesan atas jarak rindu yang berlari kearahmu, tak dilihatnya apapun kecuali  tafsiran dari  matamu dengan jelma kasih yang di pancangnya ... belum kasip rindunya saat pesan terbaca di titik tahi lalat di Punggungmu yang jauh : 
punggung itu adalah usapan tebing sutra  bahkan mendakinya hingga kepuncak. tapi bukan hanya itu ..tahi lalat di tegas putih kulitmu berpendar menjelma bunga ilalang…, uh.. aku jemput yang beterbangan sayang.., ketika sore itu, tak ada lagi jarak antara tatapku di tahi lalatmu,“Itu sihir…!?” , ah... tapi aku rela menua setelah itu…… 

Terhadap luka kau lebih dahulu telah menafsir pesannya, bahwa perihal demikian mengajari teks hingga puisi, dan setelahnya adalah tafsiran rindu  atas cinta yang ringan dan lembut yang semestinya kau baca. Jika sebegini dingin maka bahasa terlebih logika jauh menenggelam dan tersesat

di Wisata Kuliner Maros dan Senyum seseorang seolah matahari memperkosa pagi, artinya : Santai saja ya..



perempuan sore tadi adalah catatan malam yang diterjemah sebagai pengganti kue saat nge-teh atau ngopi, haha...ha...meskipun menurut orang bijak membuat pengertian akan kegunaan bahasa "haruslah memiliki arti yang lebih luas daripada nikmat hayalan juga lezat makanan juga bahwa ia lebih dari sekedar kata-kata". Perempuan itu mengamplas segala pengertian dan menyampaikan bahwa wajah manis juga senyum ini adalah bahasa, bahkan diam saja dapat menjadi sebentuk bahasa terindah jika kau bermetafora. haha..ha.., aku adalah semua ruang penafsiran sebagai pesan, ya sekali ini mari segala pesan coba ditafsir-kan, < itu bilangmu

Tafsir lampu-lampu kafe di kuliner malam unjuk warna-i bising dan ritme angin merangkul bahu -bahu berjatuhan di kolam raksasa, daun rimbun belakang BKD tak henti di goyang, bunyi motor melintasi lampu-lampu jalan tampak terburu-buru, Oh rupanya hujan hampir menghambur, tenda2 kafe beterbangan seolah parasut yang jatuh dari langit, para pelanggan berlarian...., "tuhan, aku ini salah apa ?" jawab pemilik cafe.
_____

(coba berkamuflase) apalagi ya...?, e...pengalaman mengendapkan peristiwa, membuat teks harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas yang tentunya melibatkan peristiwa-peristiwa itu seolah-olah hidup dalam rangkaian teks-teks lainnya secara terbatas. Ini adalah salah satu kriteria untuk mendapatkan pemahaman yang tepat, atau membebaskan dirimu dari perasaan bersalah :tafsir. (kataku dalam hati "cocok ji inikah :penuh malu2 ), semoga....
_____
menafsirkan warna sutera ini sebagai aku banget, pesan dua meter setengah ya , baik tuk kemeja, lo milih yang lain ya..., gagah di hari jumat tafsirku.
tafsirkanlah sebab yang kusentuh ini kukira sapiku yang membawa dokar, tapi jika demikian aku adalah sais yang baik
kaimuddin MbCk. wassalam ..
*sebab puisi adalah metafora yang coba di bahasakan maka belajarlah tentang tafsir segala pesan atau membaca teks dengan segala pendekatan  dalam perangkat akademik teori sastra, sebelum akhir _ bahwa kota telah kehilangan tubuhnya orang kelimpungan mencari-cari jalan pulang. tak terkira mereka mengetuk kamar-kamar pengap, sebegini keluh tampa perlu dijawab Dari jauh dukamu hanyut, tersesat dalam mimpi buruk "siapa yang bersetia padamu?,tentu bukan aku..(kecuali) buatlah tafsir sendiri dan tulis dengan pesan terindah_ seperti mau-mu

{ 2 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Anonim mengatakan...

pasti itu hari kebankitan manusia

Sang Baco mengatakan...

kebangkita di dunia saja ya...

Posting Komentar