Dengan tanggal dan nama itu

Di sepotong kedap sunyi hari ini, getaran itu terhenti pada sebuah....tanggal dan NAMA, sebagai... : judul terindah dengan narasi panjang, dengan nama itu aku temu bahasa paling bisu di semenanjung kata yang menuntut jalan keluar dengan selip doadoa, dan dengan tanggal itu, begitu kuserap ciuman wangi hujan yang jatuh di rambutmu.
dengan nama itu  tiang-tiang lampu jalan,  jembatan juga umbul-umbul, adalah denyut tenang didegup lafalanku menjadi kata, tak peduli apakah kata itu kemudian gemeretak kedinginan setelah peristiwa kemarin. (hujan dan kau berlari menuju cinta..., digigilmu aku menyulam pesona)

dengan tanggal  itu dan disampaiku hari ini, tak kubedakan antara jembatan, lampu jalan atau umbul-umbul, atau aku adalah  resiko kaku terhadap gagasan ?, uh.., tak kukenal apapun selain "kau"


dengan Nama itu, apalagi selain metafora  jalan sunnatullah di bilangan "nama hari 18 dan 19"
kusulam angka kelahiran itu dan menandaskan bahwa aku masih bernapas...Ter dalam.
_________________
sekali ini kuabadikan rasaku, dan telah kuceritakan pada mereka tentang kisah kita agar mereka tidak mengartikannya hanya dari pandangan mata_ maaf, karena dengan nama dan tanggal itu, "aku rindu padamu", uh..

{ 3 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Anonim mengatakan...

diajarin dong buat puisi

Ivee mengatakan...

sebuah nama yang membuatq berarti,,mengenalnya seperti mengenal diriku sendiri,,ia rinduku,,,membuatku taufan dan mencabut pohon berikut akar,,dengannya segala waktu adalah milikku

Sang Baco mengatakan...

buat anonim > ada ivee tuh, bagus amat teksnya, buat ivee>"keniscayaan mengenalmu adalah kemestian fitrah, dengan bgitu kita adalah jalan kesatu pintu yg bernama taqdir.

Posting Komentar