CeLoteh "hujan"

hujan sering tak sempat bicara, tiba-tiba saja ia menghambur ke gurun, (kataku ,"singgahlah sejenak meninggalkan kesal, menghibur tangismu yang tertancap dalam luka kemarin, jika kau tetap beranjak mengeoslah ketempat cintamu dan menumpahkan semua titik rindumu pada bumi, tapi, Ia hujan sering tak sempat bicara.

Huruf Basah dari Celoteh Hujan

*hujan menabrak segala-gala di bumi, di embunkannya pula kaca tivi tempat mata memandang, kita tak mengusik hujan, hanya tak mengerti mengapa ketika hujan begitu erat tangan kita bergenggaman
*hujan hanya peristiwa biasa, menyenyakkan tidurmu atau mengingatkanmu tentang seseorang yang lama kau rindukan, jangan pernah menunggunya...mungkin ia kehujanan mencarimu... 
*Dari penjara hujan, kita hanya memecah sunyi dan itu sudah cukup untuk saling memiliki juga menghianati. entahlah.....

*Sungai di sampingku ini mulai jernih tanpa di sentuh hujan selama 2 hari,begitu girang rindu berlayar di atasnya, sedemikian sempurna cinta berlabuh pada pantai yang tepat, *celoteh hujan usah sangsikan dan mampirlah di habitnya : bahkan  semua dermaga tersenyum padamu_

*musim meranggas dan seluruh kita adalah hujan,  begini keras basah itu sedang kita belum sampai rumah, aku diam dan kau menertawakan sikapku, padahal aku merasa telah memelukmu: kita hujan penuh sesak juga sentak.


hari hujan dan angin sebegini beku,  kau mulai sedih padahal kelopak bunga jam 9 dihalaman rumah telah mengajarmu tegar, meski jam 10 pagi kemudian iapun tak rela kau menangisi kematiannya.

sepertihujan yang bebas mengintai (juga) upss di ketinggian sungguh menakjubkan, tampak pelosok-pelosok negeri yang hitam dan putih, dan liuk sungai yang tampak seperti ular, hujan memandangi seluruh negeri tanpa ongkos tiket pesawat, atas celoteh hujan tak perlu cemburu padanya, karena aku sendiri dgn nyawaku yg tunggal ini, kupertaruhkan pada badai dan angin kencang.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar