Mutiara hanyalah ceLoteh dari sUngAi_

Siluet telah menepi di bantaran sungai melengkapi riang anak-anak sepulang mengaji, lalu qur'an didekapannya terangkat meng-kibas-kibas ke awan , upss...jangan manarik perhatian mereka, dipeluknya warna-warni siluet yang tinggal titik-titik itu, seperti tak henti : aihh….kaki kecil telanjang berlari-lari di bantaran sungai, dan segimbal daun mangga di panjat-nya sambil berayun,  "hiyyauuuiiii...."teriak bocah-bocah itu lantang, tampak giginya yang tanggal, memanggil berloncatan pada pohon yang daunya terjulur menyentuh air itu, (penuh embun kukira anak-anak itu juga mendung tak di wajahnya, kesenangan mereka tak mengenal esok hari, ia telah cukup dengan segala yang diresapnya hari ini. Usai sorak sore, hanya pelepah patah dan biji mangga yang berserakan sebagai akhir pesta mereka.
 
Masih tentang celoteh sungai, ya sebuah revitalisasi lokal atas perlawanan hedonisme, sebab kau luput dari aktifitas kedalam sungai itu atas persetubuhan tiram yang terjadi terus-menerus, maaf ini  bukan tentang kebaikan dan keburukan, tetapi tiram kenalkan-mu akan  goyangan air dan sebutir mutiara sebagai hadiah. jika kau disini...__di pinggir sungai kau tak mungkin pulang, juga atas keceriaan anak-anak itu tanpa struktural hedonisme di benaknya ?.

perjalanan mega dalam ceLoteh sUngAi
Perjalanan mega-mega sepanjang bantaran sungai, akhirnya adalah peta tempat rindu duduk istiarah, detik detik angin hampir kelelahan ketika kau hendak pulang tergesa-gesa," disini senyummu ...rindumu..., juga tempatmu melupakan diri sendiri", bilangnya < (x), bilangku ok.
di bantaran sungai marusu, mengendap pedalaman yang tumbuh sendiri, aroma pesisir, bunyi ayam dan suara anak-anak mengaji di kolom rumah...sore melekat, melenggang jauh ke lubuk riwayat
____
timbangan atas pergolakan hedonisme bagi kehidupan, dalam sebuah kaidah di katakan *I am grateful and humbled by your prayers, well wishes and expressions of trust and support at this time and look forward to the day when the truth will prevail. Peace,

_______

kaimuddin mbck "sedang mancing dan anak-anak menjauhkan ikan dari kail, duh...awas ki nah..... dalam "ceLoteh sUngAi_

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar