Embun 11

Dan akhirnya yang penting adalah "konsep" itu sendiri. Pada titik ini ungkapan atau bisa dikatakan puisi Embun 11, maka bentuk menjadi semena-mena, tanpa rambu, tanpa tata cara. Seni tak lagi mesti berbentuk karya rupa, gerak, kata ataupun suara. Sebagai "karya" ia bisa dalam bentuk apa saja, yang penting akhirnya adalah bahwa ia Embun 11, hadir sebagai "peristiwa".


Ia, 
Setebal belukar menelusur ke-bumi
tapi ia, embun penuh percaya diri , ter-
gantung pada helai daun se-hutan


ia menyulut nyala rindu di-
 kalbunya …sendiri dan
singgah sebentar lalu hilang di-
sudut-sudut matamu, (sekira kau meng-acuhkan-nya)
jika kau menemu-nya di hutan sunyi dan sendirian, Jangan  meng-
usik-nya, meskipun ia, slalu..........: pe-maaf.
________
kaimuddi mbck
puisi

        
Ia bukan lagi "representasi" beku dan baku dari denyut aliran kehidupan. Ia adalah "presentasi" denyut dan gerak aliran kehidupan itu sendiri.*(menarik sekali ulasan  berikut ini >seni itu jenius dan tidak mesti indah

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar