Berkali-kali memanggilmu

mengenal kerapuhanmu, pergumulanmu dan penderitaan jiwamu. Ketika suara sepi angin menghentak berkali-kali namamu tak luput diteriak-kanya namamu ... Jelaskan bahwa kecemasan ini bukan karena kurannya rasa  menerima dan memberi cinta. pun tak keburu  menyerahkan diri pada angin juga ombak, engkau tidak akan pernah mencintai. ..dan terus bilang. "Jangan depresi, itu cuma reaksi kimia", stop..!!, jangan bahas lagi. Dalam tarian laut ini sepi rindu juga fantasi adalah perasaan gila yang menggelikan

Berkali-kali Memanggilmu

Pada jendela perahu  inikah gelisah…,
atau malam-malam runtuh, di pulau  kecil itu
aku lenguh dik, pun meneguk kesedihan di perahu yang kuberi nama sama dengan namamu.

Adakah jemarimu masih menggulung rindu, sebab di ujung tanjung ini,
lantun ombakpun menyebutmu berkali-kali…..
Pada jendela perahu  inikah gelisah…,
atau gerimis runcing di luar perahu-menghunjam, 
kabut "sepi"  sebuah nama kusebut..berulang-ulang dan 
aku...perahu hilang kemudi.
___________

_________________________________
Kaimuddin mbck "menenggelamkan rindu di Pulau Barrang Caddi, 27 Mei 2011.

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Anonim mengatakan...

Nama :suriati bahar
Kelas :X11 ipa 2
Nis :09079

menyebut namamu berkalikali
aku terbaring di kamar yang gelap,
dengan mata terbuka lebar,
aku merasa sesak dan gelisah,tanpa terasa
air mata menetes karena rindu
yang ku rasakan amat dalam telah melekat
di hatiku.....
aku menyebut dan terus menyebut namamu berkalikali
aku harap aku akan merasa lega tapi itu semua sia-sia,
malah semakn membuatku sesak dan mengalirkan air mata
dalam hati aku bertanya,apakah kamu sama menderitanya
seperti aku,yang terus merindukan dan menyebut namamu....

Posting Komentar