Puisi " diam yang kau simpan_

Gejolak gerimis yang berang di padang atau warna pelangi yang tak sempat bicara sore tadi,
 adalah ketenangan yang kau simpan, sekali lagi kau tak menjelaskan apapun tentang 
    gerimis juga pelangi, tapi mengapa "diam " itu, desak ..!
 
Malam malamku selalu gelombang sunyi
sebuah isarat warnawarni bisu menempias di kealpaanku pun..... kau sapu habis,
maka adalah jerit sajak-sajakku yang kau tanam, tapi tanpa pernah tumbuh 
Sudahlah…, aku raung diseparuh bulatanmu, memang tegas kau tancap sayang...
seperti diam yang kau simpan pada kabut dan .....aku terapung-apung berantakan, uh…
____________
kaimuddin mbck , dalam Puisi " diam yang kau simpan_

Sederet peristiwa rindu ketika hati adalah tempat kau menitipnya, tak apapun selain meminta-mu mengenalnya, maka dengan ini, aku adalah jendela selebar Perhatian, juga dengan ini kitapun bisa "ada" atau "tiada..." Diam yang kau simpan hanya  refleksi internal,  "jerit sajak-sajakku yang kau tanam, tapi tanpa pernah tumbuh" inilah yang  aktual. dan jauhmu adalah desak ....aku kabut bahkan lebih berantakan jika kau diam dan terus .....?, aku tak berarti. berlanjut.....

{ 3 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Megawati Madjid mengatakan...

like it !!!!

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

ya makasih

Nurhikmah mengatakan...

good

Posting Komentar