jangan ganggu "sepiku"

Jangan ganggu sepinya, biarkan laki laki itu menangis, cuma itu miliknya, milik yang kosong, yang ditandai dengan rasa resah, melelah, terkan dan rasa bosan.  Tatapannya menengadah langit, keras matahari mencolek wajahnya. Hingga malam tiba ...dan jerit.
Tekanan ini berasal dari sebuah ruang hampa di hatinya : "ia baru saja membunuh semangatnya", Itulah hati yang sunyi-senyap dari gempita yang hampa-kosong, sepi yang yang hilir mudik dan sibuk menghela tarian di keseluruh jiwanya, sangat erotik:  itu adalah sebuah tarian sepi, banal tanpa estetika penuh gratifikasi seperti pesta "suka-suka penuh gemuruh". Namun, lagi-lagi, sebenarnya tak ada pesta, tak ada sukacita. Ada yang berpamitan padanya, dan sebuah penjara baru saja di buatnya sendiri, di sisi jalan dan lampu malam meredup..Arus sungai begitu begitu bersahabat padanya, Uppss...tak apapaun terdengar juga terlihat "bisu dan penuh ledak" : jangan ganggu sepinya, ia tak  pernah kembali...(ilustrasi: gadis peminta-minta yang tenggelam di sungai marusu sore tadi)

Jangan Ganggu  "Sepiku"
membaca sudut sunyi
di relung-relung jembatan yang renta atau pada 
ulasan:penjara sepi tanpa matahari
daun mangga yang gugur, masih disinikah engkau, menelan peristiwa pada sungai yang
  surut, dan  dengan kata yang lahir dari derita ?

membaca sudut sunyi
   bayangan berusaha  melegamkan dirinya  
  sendiri, uh, tanah tanah meretak kering, 
  jejak-jejak kembali, tak menemu selain 
   kemarau.............

membaca sudut sunyi adalah kisaran ombak yang membelah pulau
disini ...temu paling bisu, awas...jangan ganggu sepiku.
 ____________

Gangguan Sepi Paling Hermeneutik 

Sepi kadang membawa kita ke ruang paling dalam dimana kita saling berhadap-hadapan, bertatapan muka, dan dengan begitu mengalami interkonektivitas batin dengan semua wajah realitas sepi. Maka, memutus hubungan dengan apresiasi terdalam dari sepi adalah kesalahan. Di sini adalah separasi dan isolasi sepi yang melarangmu mengganggunya, yaitu keterpisahan dari sumber kehidupan dan semua wajah metafora sepi. Sepi yang tragis. Tak hanya bahwa ia kehilangan sumber sukacita terbesar, tetapi sekaligus memutuskan jejaring relasional kita dengan ilahi sebagai bagian dari tadabbur di sepertiga malam sepi. Masihkah kau ragukan sepi tanpanya seluruh tatanan kehidupan ini akan runtuh....tanpa sepi.

{ 3 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Anonim mengatakan...

kedekatan penulis dgn alam sekitar rupax dah ckp akrab, mrk sdh slg mengisi kekosongan . si penulis memandang jauh ke dpn betapa alam menyayangix. kuterkesima pd akhir kalimat bait pertama,...sy ikut merasakan ...lirih, pedih

Sang Baco mengatakan...

tidaklah ..kecuali yg berkata (anda) juga demikian adanya, tapi ..jangan ganggu sepiku, haha..ha...makasih...ya...

Anonim mengatakan...

Nama : Nuraeny
Kelas : X11 ipa 2
Nis : 09092
kelebihan puisi adalah kata-katanya bermakan dan mudah dipahami
kekurangan puisi adalah susah untuk di ekspresikan

Posting Komentar