gadis kemarau memanggul air

Minggu, September 18, 2011

dalam pekat kemarau,  tanah tanah kering, sumur yang landai, motor yang terperosok di jalan lubang,dan     gadis desa yang memanggul air dikepalanya,
: kehidupan dan debu mengalir pelan di sepanjang batang waktu, begitu banyak jejak yang  tersapu kemarau, terdengar jerit mangga yang daunnya tinggal satu, setelah sia-sia  menyampaikan pesan.....

Tentu saja kau tak disini ketika gadis desa memanggul air dikepalanya, sedang tanah retak dipijak-nya 
    : tatapanmu pecah pecah menunggu 
       setitik air.
_________
mengabadikan Kesan kekeringan di daerah pesisir. ketika warga terpaksa menggunakan sumur umum yang berjarak sampai 500 meter untuk mengambil air. pun hal itu hanya untuk mencuci dan mandi. Sementara untuk kebutuhan masak dan minum, warga terpaksa harus membeli air Rp10.000 per tiga jerigen (Seperti terlihat di kab maros sul-sel : Desa Pajjukang, Tunikamaseang, Tuppabbiring, Minasaupa, dan Ampekale)

perihal lain  adalah motor yang terperosok sebab,  gadis desa yang memanggul air dikepalanya ..., sangat alami seperti pekat kemarau yang menetaskan keringat di keningnya_. wassalam kaimuddin mbck.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images