"diam", dan kuterapung-apung berantakan

Sebab, diam-mu adalah desak rindu yang keseribukali,
             diam-mu gejolak gerimis yang berang di padang
             diam-mu  warna pelangi yang tak sempat bicara sore tadi

Malam kelak adalah gelombang sunyi  yang menyapu  habis,
seperti diam yang kau simpan pada kabut, dan aku terapung-apung berantakan, uh… "
__________________
 

------------
tapi sekali ini : diam itu, serupa mengerami rindu
mungkin, setelahnya  kita tak se-jarak-pun)
___________________________
kaimuddin mbck ,kassi 2011,

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar