kotAk LukA bAru : untuk musik ilustrasi

sekotak impian itu hanyalah musik elegi yang di indahkan untukmu, sekali ini, ia lelah mengalun tanpa alamat, tapi ia tak percaya jika kau tak mengenal iramanya, sekali dan terakhir dengarlah senandungnya meski setelahnya ia raib sendiri, tak mengapa..., : biar kisah lama itu ia simpan sendiri dengan rapi.

Ruang temu kita adalah sebuah lorong sempit dan panjang. pada mulanya kita berada di masing-masing ujung, DAN masih mencoba memastikan apakah itu "kita". aku menyeret-nyeret sekotak luka. kau pun menanggung sesuatu seperti makhluk aneh yang jari-jari kurusnya mencoba menutupi mata.

Kita menajam keras tapi sekotak luka baru itu telah batu dan ombak yang tak henti, "yang tak ingin ditinggalkan adalah "kita" ?. dan seratus tangan kita saling meraba-raba dinding, berupaya terus berjalan. kupikir kita sungguh "gigih...,

Separuh nyalimu ,Kecuali setelah itu aku tahu bahwa jari-jari makhluk kurus itu adalah bagian dari sayapmu. sementara tanganmu yang lain, melempariku dengan kotak-kotak luka baru, yang harus kuhela-hela.
--------------------------------
Musik latar: Sigur Ros

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar