Lounching-Mu "Titipan Langit"

"Titipan Langit", nama judul sebuah buku antologi puisi, hasil corat-coret Mahasiswa  Himpunan Bahasa STKIP Yapim Maros, untuk mengatakan "mereka berani", sebab menapaki kausalitas peristiwa sehari-harian mereka sebagai mahasiswa juga sebagai pekerja seni. Proses tulis-tulis memetakan peristiwa di asuh penuh keringat oleh tim editoring Uak sena dan Kaimuddin Mbck. Selanjutnya adalaha konstalasi buku sebelum sampai ke Penerbit ?. Maka menguatlah perihal pendanaan yang merka kumpul atas bantuan banyak orang juga teman-teman se mahasiswa, hal penanda dari proses pengumpulan dana yang kuanggap sebagai teks adalah kunjungan mereka ke skolah-sekolah di kab,Maros untuk menjajakan apresiasi sastra mereka. 
Akhirnya sebuah buku di tanganku Antologi Puisi "Titipan Langit". Tanggap Uak Sena "Bisik-bisik mereka tentang titipan langit adalah makna kesejatian hidup sebagai mahasiswa, sebagai anggota masyarakat juga dalam curhat-curhat mereka sebagai bagian pemuda/i yang lengkap dengan "kadang bahagia juga dukalara", rupanya banyak hal yang melengkapi teks mereka yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu, ya...segalannya adalah kebaikan teks, segalanya adalah harapan-harapan kemanusiaan seperti sesuatu telah di titipkan pada mereka yang di jatuhkan begitu saja dari langit. Ah ...ini sungguh dari langit ya...?." 

Tanggapku "kubaca beberapa peristiwa tentang budaya religi dan peristiwa penting yang coba mereka ungkapkan , seolah-olah sebuah " panduan harian", atau ku sebut "beberapa kata bijak" bagi sumbangsih terpenting bagi kemanusiaan, dan mereka menuliskan semua ini dengan atau tanpa perasaan bangga, meskipun sesuatu telah mereka petakan, endapkan dengan tumpahan jerit, senyum juga tangis, sesuatu dari langit.....atau" hujan", dan bukannya ini adalah musim kemarau ?.

Dunia kampus, tempat segala sesuatunya diteriakkan.......
dunia kampus adalah sejarah yang tak akan lekang memberikan pengajaran kepada diri mereka sendiri, tentang menuliskan awal metafora menjadi teks sastra, dan dalam harapan muda mereka sesuatu sangat tenang dan mengalir hingga kepantai tempat segala perih juga impian di istirahatkan, tersenyumlah dek...hari ini pasti milikmu...
 
Sekumpulan catatan bagai "layangan"  menerjang udara menuju surga juga melintasi neraka, haha..ha....mereka diam-diam  bertahan sekaligus menerjang menuju langit : kukira langit telah berpesan padamu sebab sesuatu yang mesti kau indahkan, terus menerus......: selamat ya....
_______________
kaimuddin.mbck, Maros di baruga Utama Bantimurung,  Apresiasiku 4 jam setelah lounching buku antologi puisi :titipan Langit.

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

irfan maulana ago mengatakan...

Mudah2an sempat

Posting Komentar