Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah 2012

Berhitung ke Penelusuran Dan Revitalisasi  Budaya Sulawesi Selatan di Nusantara  sebab : undangan  "Kegiatan Temu BOROBUDUR WRITERS AND CULTURAL (2) tanggal 1 desember 2012 dengan tema “Musyawarah Agung Penulis Cerita Sejarah Nusantara”. Sebuah kegiatan yang menandai _1, gambar relief perahu bercadik pada Candi Borobudur dalam "semangat bahari Bugis Makassar"_2.Motif dan Jera atas kelompok pasukan ke 10 (salah satunya kelompok Bugis)di Kesultanan surakarta, dan _3 Mepetakan Sebab Kekuatan Etnik Bugis Makassar di daerah rantau pada Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Timur. ( InsyaAllah adami tiket kesana Pulangnya ajha yg blon  ku kontak: wawan Mattaliu, Lory hendrajaja , juga  andalanku kak Ramli At < maaf me-tandai-ta', ya...suka saja...

Berhitung Kearifan Lokal ke Pembelajaran, maka Tradisi adalah rumah kita sesungguhnya, rumah yang tak muncul hanya karena kita menyembunyikannya di balik berbagai rumah kaca, padahal tradisi adalah rumah susun dari kristal kearifan, menantang kita mengasahnya.

*Kebudayaan nasional tidak dapat dipandang sebagai rumah kebudayaan tunggal yang mengingkari keanekaragaman, tetapi justru sebaiknya dipahami sebagai sebaran dari sekian banyak rumah budaya kecil yang kemudian membentuk sinerji sosial dan mempunyai pengaruh besar terhadap proses-proses penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Keanekaragaman juga termasuk di dalamnya bahasa dan aksara yang dipakai dalam naskah dan kehidupan jati diri, termasuk juga bentuk dan isi, sesungguhnya dapat menetralisir pengaruh asing yang masuk ke dalamnya, maka muatan kearifan budaya lokal dalam pembelajaran dianggap prioritas adanya.

Tak dipungkiri pentingnya mengangkat nilai-nilai sosial budaya daerah yang luhur serta menyerap nilai-nilai dari luar yang positif, di era gegap gempita kini sungguh diperlukan dalam proses pembaharuan ke pembangunan bangsa. atau dalam menanggapi keadaan sistim yang carut marut di Indonesia kini mengajak pulang berkaca pada....sunting dari catatan pinggir >  Kearifan Lokal ke Pembelajaran

*Sirtjo Koolhof, peneliti Sureq Galigo "sastra lisan Bugis Makassar, terdapat Pemakaian bahasa literer yang khusus, metrum, penggunaan sejumlah rumus komposisi, sistem formulaik dan paralelisme. terdapat unsur-unsur yang ada dalam kecerdasan linguistik yang menunjukkan adanya sejenis kecerdasan linguistik yang memungkinkan terbentuknya sebuah komposisi sastra yang epik. kaidah sastra budaya lokal

keindahan yang sederhana
Sementara itu, Kaimuddin Mabbaco, mengatakan ia membutuhkan waktu enam tahun untuk merevitalisasi berbagai tradisi ritual dan pappaseng terkhusus kearifan budaya di Kab Maros, sebelum menerbitkan buku tersebut. Ia Lembaga Pengkajian Strategi Salewangan Maros (LEPASS) memberi banyak bantuan dalam penerbitan buku ini, sebuah upaya kemudian menguatkann banyak pesan-pesan kearifan budaya lokal yang nyaris punah, pula karena perkembangan informasi modern. Tulis By Ansar Monang: (sehari sebelum ......

Timbangan lain bahwa, "seni termasuk hal yang paling sanggup menyuarakan pengalaman itu dengan lebih langsung, menyeluruh dan lengkap. sebab segala bidang dapat di ekspresi melalui seni, apa pun bentuk dan gayanya dalah aksi totalitas dan sekaitan dengan kehidupan, budayapun menemukan pada seni alat ekspresinya yang paling tepat dan utuh. karena itu tidaklah jauh dari kebenaran, hingga muncul identifikasi budaya dan seni dalam salah satu kurikulum pembelajaran di sekolah menengah atas 2012.

*Fenomena anak usia sekolah yang senang dengan budaya asing >pengidolaan pada tokoh dalam film (shin chank, dora emon, naruto superman dll), Tanpa sadar meluaskan aneka tontonan dan tayangan yang mencerminkan budaya orang lain, sungguh memiskinkan pengetahuan kearifan jati diri atas perkembangan siswa didik. semoga pembelajaran seni budaya dapat menjadikan kewaspadaan untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal agar menjadi bagian integratif dalam pemelajaran me-lokalitas di sekolah, serta menerima dukungan yang baik dari pemerintah.
______
Terdapat sebuah kaidah (masih ter-endapkan) bahwa "ia para seniman termasuk pelukis, pematung, dan pemusik, tidak pernah mampu menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan menggunakan kata-kata. (sebab) Sebaliknya bagi mereka kata-kata adalah sesuatu yang hanya sifatnya reduktif, karena menyempitkan makna di dalam rumusan yang tidak dinamis ?,< haha...ha..kukira hal ini adalah pembahasan dalam ruang yang lain. Bilangku "mungkin dengan kata (baginya) merupakan sebuah rumusan apresiasi yang tidak dinamis" sekali lagi, haha...ha...(tertawa senang)

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar