mistik : puisi ada setan-nya "bedeng" bahasa Sulawesi Selatan

Kehidupan Mistik tidak identik dengan mesti "ada setan-nya...bedeng", tapi perihal mistik sulawesi selatan semisal ritual-ritual, parakang, setan sumiati, nene pakande, cambeu' dan lain-lain, adalah nuansa yang bikin orang bisa  bergerak, dapat karena  gerak kematian yang tragis dan kemudian gerak tersebut orang menulisnya sebagai nasihat, pula bahwa ruang mistik dapat juga ditanda-i sebagai ruang yang luas ketika segala sesuatu harus di tafsirkan sebagai keyakinan akan keberadaanya. Seluruh gerakan mistik mengantar dunia berputar dengan lambat. 

Mengingat bahwa mistik dalam puisi mungkin ini adalah saat terakhir dari jarak isarat yang sedemikian lembut dan sangat tertutup ?. disini ku- mengerti akan ke-tergesagesa-an itu, tak peduli harus kesasar atau saling menuju ke ruang yang paling berhantu, kecomberan atau ragu yang nge-bikin dan " terjerat", haha..ha...

Puisi Mistik (setelah translet bahasa

"pAling BayAng"
pulanglah...pada gerimis yang membasahi daun,  
pulanglah dari segala arus yang berakhir di muara

lihatlah .. kursi-kursi taman yang  meratapi kesendiriannya 
lihatlah ..., juga pada  kelopak mata dengan nasib yang  digelayut elegi, 

pulanglah,  bukan untuk menepati janji
sebab ada isarat yang belum kau baca saat kau pergi

lihatlah, keadaan selalu seperti itu
tak pernah lebih atau berubah jika kau tengkar dengan "bayanganmu sendiri "
maaf...."tapi kau tak pernah sendiri"
__________________________ 
kaimuddin mbck dalam 


Puisi "sepiku bunuh diri"

mistik tafakkur
hening dikelapangan dan jalanjalan bisu tak bernyawa
pekat malam,  sepotong bulan lesu berpamitan
desau angin lembab hilir mudik ditepian gurun, sesuatu
pergi... sejauh rig didasar lautan
dan daratan adalah titik jenuh dari jarak pandang langit
                                                 oh..alangkah indahnya sepi
dalam tanah kerontang tumbuh bukitbukit baru seakan mendaki langit
gelegak telaga jiwa, terus belajar tentang “sepi”
tapi sepi juga cara sederhana tuk bunuh diri
__________________
kaimuddin mbck

Insya Allah........mAti !!!

Pucuk-pucuk daun yang tiba-tiba gugur "terlihat sangat berat",
harapan terdalam tentang gambaran hari esok adalah keterlambatan
ketakutan ... dingin ...  dan gelap,
sebuah peristiwa kecam dan hidup lalu di bayanginya

 Pada luruh bayanganmu " pilar melembek juga ruang tanpa udara dalam botol tertutup, kau  lelah keluar... menyesal...tersekat, Ughh... bahkan terlambat
untuk bertanya,"mengapa mati ?",

Hanya satu kali itu saja...  menghayatinya

       : tak ubahnya seperti patung lilin,
         kau tercengang tanpa kata dengan tatapan kosong
         tetesan darah menitik dengan bunyi tik…tik, bagai titik air yang jatuh 

         dari keran, "uh...sangat hening, bahkan terlambat untuk...terlambat.
________________
 

Menggiringmu pada akhir cerita
Sedetik sebelum kematian, 
pertama kali kau keluar kan erangan, 
entah penuh makna atau....
         kau sedang bertaruh…
         atau sedang mencoba pergi ketempat yang paling jauh,
         dan....... kehidupan selesai pada tikungan gelap, dengan rupa 
         tikaman tikaman yang darahnya   mengucur tak kau hirau,

jangan lagi berkata." Bolehkah aku mati didepanmu sekali saja?,
Sekedip saja episode ini....menelusupkanmu kelubang pori-pori 
usai baca buku analisis bom bunuh diri
___________________________
kaimuddin mbck

mistik : puisi ada setan-nya "bedeng" bahasa Sulawesi Selatan

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar