Puisi Mistik

Mistik dalam puisi adalah saat terakhir dari jarak isarat yang sedemikian lembut dan sangat tertutup ?. disini ku- mengerti akan ke-tergesagesa-an itu, tak peduli harus kesasar atau saling menuju ke ruang yang paling berhantu, kecomberan atau ragu yang nge-bikin  terjerat.

Puisi Mistik 

"pAling BayAng"
pulanglah...pada gerimis yang membasahi daun,  
pulanglah dari segala arus yang berakhir di muara

lihatlah .. kursi-kursi taman yang  meratapi kesendiriannya 
juga pada  kelopak mata yang belalak, dengan nasib yang  digelayut pekat, 

pulanglah,  bukan untuk menepati janji
sebab ada isarat yang belum kau baca saat kau pergi

lihatlah, keadaan selalu seperti itu
tak pernah lebih atau berubah jika kau tengkar dengan "bayanganmu sendiri "
__________________________ 
kaimuddin mbck dalam 

Puisi "sepiku bunuh diri"

mistik tafakkur
hening dikelapangan dan jalanjalan bisu tak bernyawa
pekat malam,  sepotong bulan lesu berpamitan
desau angin lembab hilir mudik di tepian gurun, 
sesuatu pergi... sejauh rig di dasar lautan
dan daratan adalah titik jenuh dari jarak pandang langit
                                                 oh..alangkah lerarnya sepi

dalam tanah kerontang tumbuh bukitbukit baru seakan mendaki langit
gelegak telaga jiwa, terus belajar tentang malam yang bisk-bisik
tapi sepi juga cara sederhana tuk bunuh diri
__________________
kaimuddin mbck
mistik puisi ada setan-nya 

Insya Allah........mAti !!!

Pucuk-pucuk daun yang tiba-tiba gugur "terlihat sangat berat",
harapan terdalam tentang gambaran hari esok adalah keterlambatan
ketakutan ... dingin ...  dan gelap,
sebuah peristiwa kecam dan hidup dalam kurung kurawal

 Pada luruh bayanganmu " pilar memengeras serupa  ruang tanpa udara dalam botol tertutup, kau  lelah keluar... menyesal...tersekat, Ughh... bahkan terlambat
untuk bertanya,"mengapa mati ?",

Hanya se kali itu saja...  

       : tak ubahnya seperti patung lilin,
         kau tercengang tanpa kata dengan tatapan kosong
         tetesan darah menitik dengan bunyi tik…tik, bagai titik air yang jatuh 

         dari keran, "uh...sangat hening, bahkan terlambat, untuk...terlambat.
________________
 

Menggiringmu pada akhir cerita
Sedetik sebelum kematian, 
pertama kali kau keluar kan erangan, 
entah penuh makna atau....
         kau sedang bertaruh…
         atau sedang mencoba pergi ketempat yang paling jauh,
         dan....... kehidupan selesai pada tikungan gelap, dengan rupa 
         tikaman tikaman yang darah, yang mengucur tak hirau,

jangan lagi berkata." Bolehkah aku mati di depanmu sekali saja?,
sebab episode selalu meluruh kelubang pori-pori 
usai baca buku analisis bom bunuh diri
___________________________
kaimuddin mbck


{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar