catatan berantakan (3)

Jika tidak berantakan maka ia tak seksi dan tak berpengaruh, catatan hidup memang demikian "rapi itu sekaligus penuh kegilaan". ini sedikit serupa dengan keadaan situs prasejarah yang ada di Leang Burung (taman purbakala leang-leang) ternyata telah di lama di tetapkan menjadi kawasan yang wajib di lindungi sejak tahun 1980, ya telah tercatat sejak lama dan kita diam-diam merekayasa hal tersebut demi kepentingan pribadi, puisi mahasiswa berjudul situs budaya teraniaya, menanyakan "tuh penambang marmer dapat izinnya dari mana ya...atau ko' tidak ada yang tegur ya ?, keadaan yang berantakan seperti maklumat-maklumat mahasiswa yg sedang demo dan terburu-buru, (catatan di kampus stkip yapim maros)

semoga bentar si pembela kebenaran tidak tergoda, sampai di usap-usap /dengan di tenangkan, sebab peristiwa ajuan acuan pasti berjalan dengan laju tak jelas bahkan berantakan

orasi mahasiswa sebelum lebih berantakan, sebab  mereka mengenal situs budaya itu dengan empat mata, bilangnya "kenapa justru pemerintah menjual kawasan tersebut kepada pengusaha untuk penambang,  pihak BP3 tau itu,   (penambang mulai tidak jelas akan aturan radius 200 meter jarak dari lokasi situs-arkeologi, haha..ha..) kebetulan  di area itu ada peneliti dari perancis dan pemerhati lingkungan sedang berdiskusi panjang, tapi mereka berantakan, sedang hingga patah-patah, tanda ketakberdayaan di depan sistim. Dalam tulis-tulis saja ini, maka tentang sistim yang berkembang aku lebih sering "bicara kotor", dalam kesementaraan berbicara kotor saja demi  tak berlaku kotor , bilangmu "itu sama-sama kotor", haha..ha..kukira dunia sedang gila..(semoga puisi tadi tetap mengental ...sebab sebentar lagi nak mahasiswa itu dengan aspirasi dari masyarakat sedang di arak ke dpr provinsi, kuatir juga kalo hati mereka terus luluh karena di traktir ?)

Teringat situs Sejarah,  "Bunker peninggalan Jepang", yang telah dihilangkan /di bongkar /diratakan lalu di bangun SPBU/ Pom bensin dan swalayan, berlokasi di Sekitar Bandara Lama Sultan Hasanuddin, Kec. Mandai Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Bunker Peninggalan Jepang di Maros, merupakan  lubang atau ruang perlindungan bawah tanah yang dipakai sebagai benteng pertahanan dan perlindungan dari serangan musuh atau menangkis serangan sekutu dari udara. Bunker masa lalu itu terdiri dari sepuluh buah yang sudah teridentifikasi, Bunker Jepang ini secara garis besar berdenah Z dan T. Bunker ini terbuat dari beton bertulang. 
________________.
Arkeolog yang mengabdikan diri pada penyelidikan di "situs di Leang Burung tersebut", menuai dukungan dari komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup tersebut dan  sebagai ungkapan atau tanggapan, demi "peninjauan kembali ijin tambang Kalau boleh kami anjurkan agar supaya ada ekskavasi darurat oleh BLHD dan Dinas Pertambangan,< yang tadi hal terlambat, pikirku yang bodoh ini " ya...pengadilankan saja..!!",  pengadilankan saja agar lokasi ini  menemu okupasi sebagai hal yang  penting untuk terlindungni dengan segera " ungkap Muh.Ridwan (koordinator Umum Koalisi Pemerhati Lingkunga Hidup) .


Catatan Berantakan dari DPR
Artis dan anggota DPR :seksi ya
Bagaimana tidak, DPR saja dinilai belum sepenuhnya tanggap terhadap keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Mekanisme arus informasi di internal DPR dan DPR yang berantakan, gimana jadi penyalur aspirasi masyarakat, juga sebab korupsi berurat berakar benar-benar bikin turun kualitas legislasi dan kepercayaan publik kepada DPR. Ilustrasinya menemukan adanya komunikasi yang tidak efektif antara pengolahan dan suplai dokumen dari sekretariat dan alat kelengkapan ke PPID (Pejabat Pengelolah Informasi dan Dokumentasi) hingga ke pengarsipan.  Masih ada disparitas pemahaman antarunit administrasi tentang status suatu dokumen," ungkap Ronald. Selain itu, lemahnya penataan arus informasi ini karena juga oleh publikasi yang tidak sigap. Misalnya, dokumen yang ditampilkan di situs resmi DPR RI (www.dpr.go.id) masih berjarak dengan situasi aktual yang terjadi, tidak lengkap, sangat standar. "Jadi secara keseluruhan, arus informasi publik yang diharapkan masyarakat dari DPR itu masih catatan berantakan, perlu ditata lagi.  
____
demikian catatan berantakan dari kantin stkip yapim maros,  dah sebulan perihal ini tak selesai, juga tentang air lekopancing di kab maros yg kemudian jadi milik makassar (maaf berantakan bahasanya)  dan karenanya kau tak perlu bersimpati 

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar