sebab cafe Tropis, embun jatuh se-malam-an

Rintik embun jatuh pada malam-malam bisu, menelusupkan pagi dengan senyum, dan  malam tadi mencerna banyak aksara pada jejak yang memberat, disini rindu penuh dahaga, ah…
     tapi waktu temu  bergelayut pada detikdetik yang 
     gerhana : dingin dan me-lambat

Ketika kau tak di jendelamu seperti biasa,
aku tanah resapan dari rintik embun yang jatuh  semalaman,
"kusangka hanya mimpi", ah sudahlah...EMBUN tetap
    bening menyesaki kata, apakah ia jatuh luruh di jendelamu dan  
    kau “menjelma seperti waktu itu...?”
    embun memenuh malam-malamku nan bisu : sebagai kata
_____________

 
_______________________
Sidoarjo____kata " kusangka hanya mimpi " >  adalah sepi dan jarak kerinduan yang gigil  mematikan, "malam minggu di cafe "Tropis", lalu begadang hingga pagi dengan perasaan tetap sepi". ini ceritaku.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar