tulis-tulis di Malino

Malino menulis : belajar jadi joki di malino, hutan pinus di malino dan pasar tradisional dengan segala jualan produksi lokal mulai dari markisa, teh malino hingga bunga anggrek_
Tulis tulis saja 1, tentang sunyi merupakan ilustrasi yang baru saja bangun, pagi di Malino dan hari lebaran, jauh diantara pandangan ke kaki bukit yang berkabut sesosok peri dengan sayap kaca terbang ringan mengitari kelopak demi kelopak eidelweis yang dingin. Tubuhnya menebarkan wangi terharum hingga dadapun seakan berhidung. Dan, ah, betapa cantiknya ia. Ketika senandung kecilnya mengecup pori-pori telaga, hingga sang air kegelian dan tersipu, ya sebuah riak-riak gelisah. Peri itu lebih anggun lagi saat kumbang-kumbang dicubitnya genit, lalu diaraknya pada pelukan bunga yang telah menanti dengan malu-malu mau. Bunga menerima dengan kasih. Lantas semua kumandangkan tawa*, ceria tiba-tiba bertalu-talu, perenungan begitu menggebu, konsekuensi berjingkrak-jingkarakan, konsep-konsep melenggak riang, dan  konklusi dari konflik yang ia hadapi pecah lega...lerar, aku disini di Malino dengan senyum pagi yang tulis-tulis saja.


ya tulis-tulis saja 2, Pengantar tadi dengan teks malu-maluin,  yang hendak tertulis selalu jauh dari  ruang estetika kata dan tanpa makna hermeneutik, tulis saja pada "Rindu dalam dada sedemikian tak berperih, tentang pertemuan sore tadi dan teksku tak berbuah apa-apa, sebagaimana ruh kata-kata yang biasanya akan hilang jika terlambat / tanpa menuliskan-nya, meskipun itu .....(oh..rupannya ia hanya suka tulis-tulis saja tanpa menyimpan tragedi apapun ..) ya..tulis-tulis saja.
atau sekedar mengatakan bahwa menghangatkan pagi dengan secangkir kopi keras, dan rokok mars brend lintingan "uh.. apakah aku pernah merasakan ini sebelumnya ?", dan bayangan itu pada sejenak  hening di senyummu yang lebar dan ku melumer, aku melemah pada hayal dan isarat senyummu adalah jawaban kecerahan dan jendela terbuka luas tempat matahari mengerang...mencairkan, mengingat kemarin itu tak ada gunungpun yang kendala menuju-mu.

Ya tulis-tulis lagi 3, Usai konflik pikiran berlanjut-lah  konflik sunyi itu, (ke 3 hari di Malino aku menjelma sebagai predator! Seluruh kepercayaan diri akan termangsa bahkan tak bersisa sedikitpun buat manusia menegakkan kepala. Karena sunyi itu, ialah kombinasi dari keanggunan dan keganasan jiwa. Katakan "ya..!", tentu pada saat terasing

ya tulis-tulis saja 4, Rimba ini, tempat segala sunyi bersemayam. Tak ada keramaian disuguhkan di sini. Yang ada hanyalah celoteh jangkrik, desau angin, tebaran debu diantara dedaunan yang dengan pongah menunjukkan kekekalannya. Aku, Tuan Puteri, duduk berhadap-hadapan di dekat serumpun bambu. Menikmati sore turun perlahan dan mengawasi pergantian tugas siang dengan malam. (Sepulang nanti demi keadilan  kita perlu bertemu di warung kopi....aku yang membayar 2 kopi sedang kau membelikanku 2 bungkus rokok, adilkan...


Tulis tulis saja 5, katamu setelah tonton adegan pada Film India> angin mengusik daun pisang, di goyang2kan seluruh daunnya, bunyi truk yang melintasi jembatan " menghentak" sejenak keadaan itu, angin marah... dipaksanya truk cepat berlalu, kata jembatan, "kalian semua sibuk dan  menggoyangku begitu keras, aku ini salah apa hah..!!?". Yang terjadi bahwa "ku-tahan mendengar lama bicaramu, ih ..(apa yang telah kau tanam), indahmu tak rasional, kau menyeduh air dari sungai Balang Malino, di waktu sejenak menikmati cerah lebaran  idul fitri dengan teh buatanmu, baik benar pelayanannya > "satu pi", kata teman yang baru tiba.__ Sebulan lalu saat meluap, kedalaman Sungai Balang Malino mencapai 1,5 meter dan kini diperkirakan sudah hampir mencapai 4 meter, pasalnya, curah hujan yang cukup tinggi berapa hari terkahir membuat debit air sungai Balang Malino yang bermuara di Sungai Jeneberang.


Tulis tulis saja di Malino 6, sebelum pulang aku hanya tahu satu hal, "luang itu ketika segala hal yang baik dan buruk kita gantung saja dijendela fila kamar terbuka itu, agar leluasa memandang dunia, sebaiknya kesalahanku lu maafin deh, kalo tidak aku ..!, ya..besok minta maaf lagi ...
-----------
kaimuddin mbck. ya..tulis-tulis saja.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar