"ke teks aneh/ asing, sebuah kemungkinan indah"

Upaya merajut teks dengan gaya "defamiliarisasi" atau “keganjilan teks" atau dalam upaya menampilkan kekhasan sebuah teks. Victor Shlovsky seperti dikutip oleh Redyanto Noor menyatakan bahwa," Hal-hal yang sudah biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari diubah fungsi ataupun pemahamannya menjadi asing dan ganjil atau aneh. Tujuannya agar pembaca lebih tertarik pada bentuk, dan lebih menyadari hal-hal sekitarnya.

Teks aneh/ asing ke-kemungkinan indah"
Sebuah upaya penulisan dalam menerjemahkan kerutinan sehari-hari, persepsi kita demi respon akan realitas teks tak menjadi basi dan membosankan, cobalah  masuk ke dalam kesadaran dramatik bahasa atau disebut apa ya...selain  defamiliarisasi ?,
 
*Ketika kamu temukan seseorang yang bahkan tak sesuai dengan impian, tapi kamu (pada akhirnya) tetap berkata, "kaukah yang kutemukan" dan mengakui kelak tentang kerinduanmu, ketak sempurnaan itulah yang sempurna

*untuk merealitaskanmu sebagai milikku, ya...aku harus bermimpi , tapi mimpi itu tetap semu, bukan tindakan  nyata, haha..ha... sebuah bentuk berharap. yang tidak  pernah mengecewakan

 menyegarkan respon-respon habitual macam ini dan membuat objek menjadi lebih ‘terlibat’.Cara pengolahan atau penyulapan ini akan menghasilkan teks yang indah , mungkin dapat dilakukan dengan  bahan dasar berupa jalan cerita menurut logika dan kronologi peristiwa,  menjadikan jalan cerita menjadi “ganjil” atau aneh. Teknik ini membuat sesuatu yang umum dalam kehidupan kita sehari-hari, menjadi sesuatu yang aneh atau asing, sehingga untuk menangkap apa maksud sebenarnya diperlukan waktu yang agak lama.
‘The technique of art is to make objects ‘unfamiliar’, to make forms difficult,
to increase the difficulty and length of preception because the process of
perception is an aesthetic end itself and must be prolonged.’ (Davis, 1986: 55)
Kemampuan untuk memperlihatkan kenyataan dengan suatu cara baru sehingga sifat otomatik dalam pengamatan dan penerapan kita didobrak. Contoh sederhana dalam salah satu karya Tolstoy yang berjudul Shame. Tolstoy mengemukakan kata mencambuk tidak dengan secara langsung tetapi melalui penggambaran sebagai berikut: ‘to strip people who have broken the law, to hurl them to the floor, and to rap on their bottom with switches’ (Davis, 1986: 56). Akibat yang ditimbulkan ialah kita tidak secara langsung atau otomatis mengetahui apa yang dimaksud Tolstoy dalam kalimatnya, meskipun kata ‘mencambuk’ adalah kata yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari. Hanya dengan berfikir agak lama, mengolah dan menyerapnya, barulah kita dapat menyimpulkan makna penggambaran Tolstoy tadi.
‘After we see an object several times, we begin to recognize it. The object is
in front of us and we know about it, but we do not see it-hence we cannot say
anything significant about it. Art removes objects from the automatism of
perception in several ways.’ (Davis, 1986: 56)
Gaya bahasa yang menonjol atau menyimpang dari yang biasa, menggunakan teknik cerita yang baru, membuat sesuatu yang umum menjadi aneh atau asing inilah yang akan membuat karya sastra itu menjadi lebih indah dan berseni. ya...bukan tulis-tulis saja,ya....sebuah tawaran kukira.
_____________
kaimuddin mbck dalam "ke teks aneh/ asing, sebuah kemungkinan indah"

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar