Aku memang Bangsat, tapi : tak ada jeda untuk cinta

Hanya kami yang tahu senyum di tiap perjumpaan itu, pun tak tertulis namun penuh gairah, ya seolah tautan hujan dan matahari yang baru saja berdamai lalu bertemu, selanjutnya adalah warna-warni yang menyeruak, seolah baru saja terbebas dari pengasingan_ aku "mencium-mu", bangsatlah aku yang dengan ini tak me-pedulikan sesuatu pun, juga malu.....

Jika saling rindu semisal di terambing galau berantah, kita selalu bersembunyi di alam ruh, tanpa kesah angin yang mendesah, Upss kelihatan sangat tenang...juga sedikit tertutup.

Seperti semayam rindu pada tetes hujan yang tak juga reda sore ini, kamipun menerka-nerka cerita dengan dingin yang menyungkup pori, kami...tak lagi butuh keluar atau masuk, sebab telah ditakdirkan kedap cuaca, yah...sebegenipun rasanya sudah terlalu nyaring. (haha..ha...)

selanjutnya , hanya kami yang tahu, tentang senyum di tiap perjumpaan itu,
tak tertulis bahkan sangat rahasia. Sampai pada catatan yang penuh telikung, tak apalah bukankah kita terlanjur hendak mati bersama, upss, kau kegelian ya...?, ya...
 sebangsat apapun kita, tapi tak ada jeda untuk cinta_



_____________
kaimuddin mbck, perihal siang tadi > bahwa se-", ya..sekali itu adalah getir ketika rindu dan hujan deras, becek dan....... tak ada ojek.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar