Untuk seluruh Ibu, yang merebut air matamu

Bisikan "tidurlah nak..sepenuh impian, sebesar harapanku dan sepengawasan doa-doaku...,iyabe...lale...rekko padako tuwwo, rekk0 pada..mallongi-longi....."

Untuk seluruh Ibu, yang merebut air matamu

ke usiaku yang senja masih kudekap ridha dari langit dari pancangan tengadah doa-doa Ibu, harapan harapan yang meresap di sarafku penuh kasih.

Ibu...entah ia pilu atau sedang terjaga, masih ia selalu merebut air mataku*.
Ommale pammopporanga kodong....,addampenngeng nga kasi...',
maafkanlah anakmu ini ibu...
   = sejauh ini belum membalas.....
      belum menyenyakkan tidurmu, belum.....
___________
kaimuddin mbck , pada ibu " yang merebut air matamu" /catatan Hari Ibu
dan telusuran berikut adalah : mengapa  puisi mesti santai saja .. 

Hati kotor dibasuh dengan air mata. Air mata khusyu’,  Air mata taubat, 
Air mata takut kepada Allah, Air mata yang curhat, merengek dan rindu kepada syurga, "Ibu" merebutmu  dengan hatinya. 

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar