puisi sebelum badai jangan buka matamu

malam larut tanpa badai, bulan merumput dan di setiap gerak
 dan irama terasa sembahyang, tapi setelah badai .., ah jangan ada badai,
seribu rasa menggurat

puisi : Sebelum badai, jangan buka matamu
*aku begitu posesif  ingin kembali menyalakan puisi -ku dari
 tatap-mu yang lama tak kulihat

Bukalah matamu sebab dari situ kutemukan  isarat, dari situ pula kumerekam...,
badai di matamu seakan aku melewati hari di sebuah taman, bukalah... sesuatu telah tercetak jelas, kemudian tak ada lagi tentang ke-sementaraan

Bukalah matamu, sebuah bait-bait puisi  harus lahir dan aku akan merubahnya menjadi gemuruh,
bukalah....atau  bunga harus  mekar dan kelopaknya menahanmu "tak berkedip lagi ?,

Upsss....jangan buka matamu sebelum
 ........................ aku badai yang mengantarkan ratusan cerita.
______________________

 Relief puisi Badai

 

* Aku memang beruntung. bertemu isarat di matamu, Sebelumnya tak terbayangkan berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk merekam setiap detil pengertiaanku sendiri dan kau menjadi maklum.  liku kisah hidup seperti sebelumnya, seperti pisahan waktu yang menggeruskan kegembiraan, sebelum ini (sebelum kau buka matamu) teks itu selalu ingkar, selalu tajam dan membelah....

Hari ini adalah kesekian kali menunggumu, hanya untuk bisa menatap ke dalam bening matamu, maaf..tapi tatapmu selalu baru dan aneh...
_________________


di matamu ada elang terbang. meronta minta dibebaskan.
maaf, karena telah menangkapnya. sebelum sempat menerkam aku.
______________________

berikut teks paling bajingan > lonteku-ketika-membaca-surat-itu-aku.
  _________________________

Nasehat "Sebelum badai...jangan buka matamu"
kata Ustadz di suatu pengajian "Sebelum kau pejamkan matamu, sebelum kau lelapkan dirimu, sebelum hilang sadarmu, dan sebelum segalanya "mati" adalah tanda ingatan & teguran terbesar sepanjang seluk beluk hidup, "Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (QS Al Ikhlas 1-4)
"Ikhlas" nama Suratnya, namun tak tertulis dalam isinya, tapi ia seakan sebagai "ikrar setia" menerima Allah sebagai segala-galanya 

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar