ulasan 2 sejarah pelacuran

Perempuan termasuk komoditas diperjual belikan demi pemenuhanan tuntutan ..?,  pelacuran termasuk perihal awal yang juga subur membentuk koloni atau  cikal bakal kekelompokan settingan pelacuran modern ?.catatan 1..: Perdagangan wanita atas sejarah awal  pelacuran telah ada sejak era kerajaan Mataram. Implementasi pelacuran lantaran adanya penawaran juga permintaan yang kemudian melahirkan polalaku tradisi kepenyerahan perempuan sebagai upeti, ya...serupa dengan perdagangan barang lainnya. Kelamaan  hal demikian warni pelacuran ini menemukan keberlanjutan bentuknya di era mutakhir ini  atas dorongan faktor-faktor ekonomi dan kemiskinan materi juga nilai-nilai agama.

.

Awal abad ke-17 ketika Belanda merangsek pesisir Jawa, telah mengaktivitas pelayanan seksual untuk serdadu, pedagang, dan utusan VOC meskipun masih terbatas hanya bisa mengambil anak perempuan pribumi yang oleh keluarganya rela "dijual", kesopanan sederhananya dalam pemanfaatan seks pada wanita ini, mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi, semisal siperempuan diakui sebagai pembantu, padahal di... Perempuan sebagai barang dagangan itu, kata* doktor Endang Sulistyaningsih, Sejarah Pelacuran dalam Ulasan (sekarang dosen pascasarjana yang bekerja di Depnaker)


Ketika kekuasaan seorang raja tak punya batas. tradisi "menjual" atau mempersembahkan wanita untuk imbalan tertentu berlanjut sampai beratus tahun kemudian. Dalam sejarah, nilai "Mereka menguasai segalanya. lebih pada prioritas pelacuran melebihi tanah dan harta benda, bahkan juga nyawa hamba sahayanya," dan di antara harta milik raja adalah selir-selir. Siapa pun, kala itu, berlomba-lomba mendekati kekuasaan dengan berbagai cara. masyarakat pribumi tak segan menyerahkan putri-putrinya sendiri sebagai tanda kesetiaan. Kerajaan kecil tetangga juga mengirimkan upeti perempuan. haha...rakyat kelas bawah tidak kalah berpartisipasi.
wajah ibu pertiwi dalam ulasan drama cermin pelacuran indonesia : naskah darama dengan judul "Patung kekasih", dari panggung de sociatet de harmonie

Mereka menyerahkan anak dengan harapan keluarganya punya cantolan dengan istana. Pemasok wanita yang tak punya stok juga berburu gadis sampai ke daerah lain. Sejak masa itu ada kawasan yang dikenal sebagai gudang perempuan cantik dan memikat. Di Jawa Tengah: Pati, Jepara, Grobogan, dan Wonogiri. Lalu Blitar, Malang, Banyuwangi, dan Lamongan untuk Jawa Timur, Di Jawa Barat daerah itu adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan. juga Kecamatan Gabus Wetan, di Indramayu, dapat memenuhi kebutuhan selir untuk Istana Sultan Cirebon. "Reputasi pelacuran daerah seperti ini masih merupakan legenda mungkin hingga saat ini," sebuah buku sejarah pelacuran Indonesia mengulas demikian.


Se-jumlah selir yang dimiliki raja-raja itu dianggap memberi pengaruh baik pada citra kekuasaan mereka. dan wanita pelacur  itu juga mempercepat pembiakan keturunan untuk meneguhkan atau memperluas kekuasaan. Tidak hanya di Jawa. Di Bali, umpamanya, seorang janda dari kasta bawah, jika tak ada beking kuat keluarganya, otomatis menjadi milik raja. "Jika raja memutuskan tidak mengambilnya untuk lingkungan istana, dia akan dikirimkan ke luar kota untuk menjadi pelacur

Industri seks dengan sistem germo sebuah tradisi pada zaman feodal itu membentuk landasan bagi perkembangan industri seks yang ada sekarang ini. Yaitu nilai bahwa perempuan adalah komoditas yang diperjualbelikan untuk memenuhi tuntutan nafsu lelaki. Dan ini menjadi cikal bakal pelacuran modern. Ini menurut Terence dan kawan-kawan.

NB: Bayangkan bila ada pebisnis yang tiap minggunya me-
lakukan hubungan seksual dengan seorang pekerja seks . Pria tersebut menginginkan kesenangan seksual yang didapat dari sang wanita, sedangkan si wanita menginginkan uang yang dimiliki oleh pebisnis tersebut. Masing-masing mendapatkan apa yang diinginkan, dan keinginan tiap orang terpenuhi.Namun apa yang terjadi bila keduanya tidak lagi mem-
berikan keuntungan satu sama lain?. By> luxveritatis7
ket foto :wajah modernisasi topten gaul yang disebut "pelacuran bebas hukum"
Apakah nilai-nilai itu makin subur dan membentuk koloni baru bagi pelacuran?, kujawab ya jika dikaitkan dengan kehadiran penjajah Belanda di Indonesia.....lanjut ke catatan 3
_________
kaimuddin mbck dalam "catatan 2 Ulasan sejarah Pelacuran
Catatan menarik lainya kunjungi, link terkait >
*

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar