lagu Alam dan wisata

Dalam "Seminar Budaya Lokal " : antara identitas dan realitas ikon kawasan Wisata Alam Bantimurung, yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah II Komite Nasional Pemuda Indonesia(DPD II KNPI) Maros dan HPPMI Maros. Tanggal 11 April 2012 di Main Hall Lantai II Kantor Bupati Maros, salah seorang diantara 4 pemateri adalah : Kaimuddin Mbck, dengan judul materi "Penguatan Integritas kearifan Lokal atas perlakuan terhadap Wisata Alam Bantimurung".


Adapun potongan-potongan materi (diantara beberapa perihal yang  tak kesampaian karena batasan waktu yang singkat hanya 10 menit, bebagai berikut: Bantimurung adalah kajian panorama alam yang menenangkan hati , sanggup menghembuskan hawa segar untuk mengurangi kepengapan hiruk pikuk kota-kota di sekitarnya. penyuplai air bersih bagi masyarakat setempat dan bahkan wilayah di sekitarnya. Bantimurung menjadi sebuah ekosistem alam yang mewakili kekhasan dan keunikan flora dan fauna alam Indonesia secara internasional (sirkulasi karbondioksida di udara, ramua yang menyegarkan udara, sebagaimana ia menjadi kebutuhan paling pokok makhluk hidup), semua sebab ekosistem Karst, ekosistem batu gamping yang sangat besar, yang ternyata mampu menyerap banyak sekali karbondioksida di udara, sebuah proses penyegaran udara yang terjadi terus menerus, yang menjadi kebutuhan paling pokok makhluk hidup.. bahkan disebut-oleh dunia sebagai ekosistem Karst terbesar kedua di dunia setelah China.

Sifat-sifat kawasan dengan bentukan bukit dan lembahnya yang khas akibat proses-proses pelarutan, terdapat gua-gua, aliran sungai bawah tanah, dan mata air. (pengendapan berjangka : semacam spon yang super besar besar yg menyimpan air tawar, sebuah sungai besar yang mengalirkan air dari bawah gunung serta mata air abadi … dengan masa tinggal yang ideal) hingga air Bantimurung tetap mengalir pada musim kemarau mengalir sepanjang tahun, > bantimurung hari ini adalah Penguatan untuk Indonesia memang dikenal sebagai sang paru-paru dunia. Inilah alasan mengapa Bantimurung acapkali disebut sebagai salah satu pengatur iklim dunia.

Aku menanyai orang tua-tua kita, mereka juga mengenal peristiwa sakral selain "legenda toakala" itu bahwa “jika kepeleset di bawah aitr tejun itu tanda mau menikah“kawin”, (ciri kebudayaan cepat sekali di prasangka baik) bisikan air yang jatuh memecah bebatuan terdengarkan setiap saat, sebuah kombinasi arsitektur alam yang mengagumkan. Arsitektur alam yang memperkenalkan dirinya sendiri pada dunia. Tentang Tawaran keteraturan alam Dengan kontribusi terhadap setiap udara yang mereka hirup, Menjadi salah satu penentu iklim dunia. jika ditilik dari…. bagaimana industri-industri mereka telah menggerogoti alam planet ini. Tanpa bermacam ..tapi wisata alam kita ini adalah kamuflase surga yang diletakkan tuhan di dalam rumah kita ini bumi Bantimurung.

Mengenal bantimurung ini jauh-jauh hari sebelum idiom benti merrung, atau Air meruah < bhs bugis terjemahan , dan KATA Benti…merrung menjadi menjadi Bantimurung *dialektika pengaruh dari dialektika bahasa Rintisan jalan > ( sebelum menjadi jalan utama seperti ini pada awalnya atau hanyalah rintisan jalan, pada-padang…upaya Fatahudding daeng Parumpa > indikasi memajukan daerah /mobilats bagi darah-daerah lain, 

Lagu alam wisata The Kingdom Of Butterfly
dan tidak dalam yg sangat jauh tahun 1856-1857 seorang naturalis inggris “Alfred Russel Wallace” (menghabiskan sebagian hidupnya/ ada yang prediksi ia hanya 2 bulan? dikawasan ini untuk menikmati dan meneliti 150 species kupu-kupu yang tidak dijumpai di daerah lain. Bantimurung menjadi sebuah ekosistem alam yang mewakili kekhasan dan keunikan flora dan fauna alam Indonesia secara internasional dan menjuluki kawasan ini “ The Kingdom Of Butterfly”.

telusur jejak sejarah sekait kerajaan lampau bone gowa, maka wilayah marusu ini menjadi perantara dari 2 kekuatan raksasa tersebut, menjadi lintasan & persinggahan, semacam kota bandara dengan ciri ke-urbanan..) dan kita benar-benar ditengah, dalam banyak peristiwa kita penengah, kita juri, (pallantikang* ngaru,* (ada 2 t4 di indikasikan di daerah maros ini, parang tinggia dan butta towa,–(yang bikin menjauh dari dari (kepikir )wisata sejarah situs masalahnya adalah kurang perhatian pemerintah, sebab lebih pada depelopment mentalism,/lebih  terarah ke bangunan fisik dominan> dan masa lalu masyarakat Sulawesi Selatan lebih banyak (situs) nya di tandai dengan kayu atau gundukan tanah dan bukan batu (semisal candi yang banyak di daerah jawa dan kalimantan juga bali) tapi kita punya taman purbakala leang-leang yang kusebut dengan "ikhtisar Budaya Zaman batu"<dll telah di bahas sebelumnya.catatan sederhana < paparan materi yang melengkapinya.wassalam


kata Ali Rusdy "Terimakasih atas semua saran & pemikiran kanda dan rekan2 sekalian, semoga kedepan jauh lbh baik. Mudah2an kita semua bs hadir utk menuangkan konsep & gagasan ttg tema diatas demi memperkaya kualitas rekomendasi yg akan dihasilkan nanti. 

kata Johansyah Mansyur Selamat Bung Chaidir, semoga sukses dan menghasilkan yang terbaik bagi Masyarakat Maros>>>> 

kata Muhammad Asyhari Azis Background baligho tidak sesuai dengan tema kegiatan, saran senior: seharusnya background yang berhubungan dgn tema kegiatan misalnya gambar patung moyet atau kupu-kupu atau cukup gambar kawasan wisata alam bantimurung 

kata Ramli At Mestinya ada juga foto ketua HPPMI tawwa, biar imbang. Atau foto pemateri + ketua2 semua yg punya logo di bawah, biar tdk perlu ada tulisan, kwkwkwwwek.... Selamat ya.

kata Muhammad Agus SMUA BENAR....INTINYA SEMAKIN BANYAK MULTI INTERPRETASINYA ITU SEMAKIN BAGUS...YG DESAIN SPANDUK INI YANG LUAR BIASA...KRN MEMBUAT ORANG SUDAH BERDISKUSI SEBELUM WAKTU PELASANAAN KEGIATAN

kata Muh Ilyas Cika Sepakat Muhammad Agus bahwa semua benar !!!... termasuk statement Muhammad Asyhari Azis yang berkeinginan agar ikon Patung Monyet dijadikan background baliho... setidaknya menurut Teori Darwin bahwa "Manusia Berasal Dari Kera". Jadi Manusia atau Kera yang menjadi background baliho sama saja, semua cocok dan benar.....aplause untuk kita semua puk !!! puk !!! pukkkkk !!!


kata Quman Ariel Wahh kelihatannya menarik yah. paling tidak bsa mmbrikan informsi dn pngetahuan buat kami tentang bbrapa potensi yg ad di daerah qt trmasuk potensi budaya dn pariwisata. bisaja jg ikut kah kanda?
kata Ali Rusdy Pembicaranya direncanakan ada 4 yaitu dari Dinas Pariwisata Maros, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Tokoh Budaya Kaimuddin Mbck, dan perwakilan praktisi pemasaran.! 

Usai Seminar_

kata Ramli At Mantap, akhirnya selesai juga. Sedikit masukan utk pelaksanaan acara sejenis, sebaiknya memilih tempat yg bisa membikin semua peserta fokus. Sedikit santai di tempat agak sederhana pun tdk masalah, yg penting mengkondisi fokus. Masak hanya karena seorang anggota BPD lewat misalnya, acara terpaksa jeda utk salam2an & sekedar bertepuk-tangan. Kita kan hadir utk berseminar.  
__________
kaimuddin mbck

lagu Alam dan wisata

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar