Fir aun Nabi Musa dan Harun

Perspective of the leader, hanya dengan ilmu dan iman seorang pemimpin sanggup memimpin dirinya, adalah hal terdahulu sebelum orang lain (seperti memimpin matanya, hatinya, lidahnya, pikiran dan hawa nafsunya) sebelum memimpin orang lain. Kewibaan, ketawadhuan, kesabaran, optimisme, dan tawakkal.  adalah  kekuatan ruhaniyah yang dalam era kepemimpinan tak lagi menjadi muatan atau kriteria di era kontemporer ini, ya..perihal yang kini berbanding terbalik dengan keadaan kekinian.

Argumentatif dari naskah drama : adalah gambaran Fir’aun era kontemporer telah dijelmakan kembali oleh zaman, dalam perbuatan serupa dengan : sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduk berpecah belah dengan menindas segolongan dari mereka yang lemah juga rakyat. Sekaitan dengan keberadaan Firaun kontemporer atau kepenguasaan atas alam inipun sebuah pahaman menandai bahwa insiden demikian juga tak lepas dari sutradara Allah sang pemilik alam luas ini, dengan tawaran kepemimpinan atas orang yang tertindas, dan peristiwa hidup ini seolah berulang saja dengan harapan menguatkan catatan sejarah akan selalu lahirnya "pembela Keadilan " di setiap generasi, dan Allah berfirman "Dan Kami hendak memberi kurnia kepada orang-orang yang tertindas di bumi {Mesir} itu dan hendak menjadi mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi {bumi}
......Dan Kami akan teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman berserta tenteranya apa yang selalu mereka kuatirkan.  

Tuhan sedang membayangi kita dengan Rahmatnya, pun Tuhan pula merekontruksi kita akan keadaan keterpurukan ini> jika "menjadikan benar-benar "Allah sebagai Pembela, harapan dan tumpuanmu. Firman Allahpun meghidupkan Musa dengan segala keajaiban "Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa,”susukanlah dia, dan apabila kamu kuuatir terhadapnya, maka jatuhkan dia ke dalam sungai {Nil}. Dan janganlah kamu khuatir dan janganlah pula bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya {salah seorang} dari para rasul. 
Layangan kertas itu adalah
huruf tercecer dari sebuah puisi 
Mencoba terbang ditengah badai, 
melintasi paku-paku hujan, 
dingin tubuhnya memanggil berkali-kali, sebelum di
pecah oleh petir yang menggaris langit. 
      Ada yang memungut huruf tercecer itu, dan 
      memberinya nama Harun, sebelum pergi ia ber
      pesan,“Huruf tercecer ini adalah 
              pelindung Musa, di depan Fir’aun”.

Demikian juga atas kebenaran bayangan pertolongan Allah atas nabi Musa dengan mempertemukannya kemudian dengan saudaranya sendiri (kakak kandung ) Nabi Harus dalam mengembang kebenaran yang dititip langit padanya. Musa yang keluh lidahnya sebab telah memakan bara panas telah di tunjukkan kembali oleh Allah penyambung lidahnya lewat nabi Harun_
NB: Seorang nabi pun dengan sangat beban berat terpikul di pundaknya. 

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar