Selalu kisah di halaman berikutnya

Tentu saja halaman berikutnya bukan lagi hujan dengan tik-tiknya yang jatuh satu-satu,
sebab kemarau dan sore mengajakmu keliling Petebe, sesaat mata indahmu ngerjap halau debu,
dan disudut halaman mana lagi kujejal kendaraan tua ini,
sebelum semuanya hanyalah ilusi dan kita tak saling meniadakan
 _______________
gugus kisah halaman berikutnya dgn pesva tua ini 1959

dulu itu , bisa dibilang temanan 3 ma-dia, dan aku ngga pernah tahu sih perasaannya dia.
ya lucunya sekarang  jadi dekatlah. Tapi ketika dekat aku malah ngerasa beku, ngga seperti dulu lagi, mungkin terlalu lama,
belakangan kita beberapa kali ketemuan. Kadang berselisih waktu dan ngga jadi ketemu. Dan mungkin dia masih inget cerita lucu masa lalu. Tapi aku ngga pernah menyinggungnya lagi, biarlah berjalan seperti ini.aku hanya nyatat satu hal " impiannya yang pingin dibonceng vespa tua itu, dah terwujud_ya sore tadi 
kisah selanjutnya, kata chairil anwar "..kaulah kini yang bicara..", Q kian susah tulis puisi :giliranmu saja ya...
tulis kisah apa lagi ya, duh.....
rambutku telah seputih akar beringin...  lapuk, kisahmu saja ya...
ket gambar : kepikir lebih suka kehidupan ke2
 _________________
Malam di Wisata Kuliner PTB Senin, 25 Februari 2013

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar