Lukisan embun 2

(2) Duduk di beranda rumah sedang malam tertidur dan langit penuh gelap
     hening  yang membatu, seperti kemarin rindu mulai mengemas
____________

lukisan embun ini masih tertinggal dan TAK SELESAI
sketsa yang tampak bahwa kau tak serius melakukannya,
betapa tidak : lukisan embun ini kau biarkan melapuk (sebegini sepi dan rindu)  aku terus menimpali lukisanmu itu dengan memberinya bening dan penegasan lebih hijau, demi tak biarkan sketsa embun di ujung daun itu kelak jatuh dan sendiri tanpa bayangan juga kisah.
: Usailah embun itu dengan warna lebih hijau bening, sejenak tampak bahwa wajah kita ada di dalamnya,
________________

(3) Lukisan embun : dengan gigil digelap malam,
                                yang (bermimpi) dinginnya  memenuh di taman, juga
                                 pada  kursi sebelah tempat seseorang duduk dan kuberi jacket

Sedang embun dan kau tak di sini
" lukisan telah selesai sayang....",
(dan dalam "lukisan tangan kita itu...")
tampak : taman kecil ini tumbuh bunga bunga yang BENING, bunga-bunga  yang menjelma…..belahan jiwa, tapi tak kau tak pernah tahu...

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar