Penembak Brutal dan Lagu "Anti Muslim Serbia" .Akun Twitter @brentontarrant dibekuk

Akun media sosial yang terkait insiden penembakan masjid yang menewaskan 49 orang di kota Christchurch, Selandia Baru, dalam beberapa hari terakhir menyebarkan gambar yang menunjukkan pesan supremasi kulit putih dan merayakan kekerasan pada muslim dan kelompok minoritas.

Seorang tersangka lewat akun Facebook menyiarkan secara langsung aksi penembakan pada salah satu masjid. Pihak polisi menyatakan empat orang telah ditangkap atas aksi teror itu dan salah satu di antaranya dituduh dengan pembunuhan massal.


Pada Rabu, akun Twitter @brentontarrant mencuitkan foto salah satu senjata yang kemudian digunakan dalam aksi penembakan masjid di Christchurch. Foto tersebut dibubuhi tulisan berhuruf putih berupa nama-nama orang yang pernah melakukan aksi teror atas nama agama.

Tanpa Penyesalan

Ketika serangan di masjid kota Christchurch berlangsung pada Jumat, satu pengguna tanpa nama di 8chan menyatakan: “serangan ini benar-benar terjadi. hapus utas ini atau ini akan menjadi akhir 8pol.”

Beberapa menit kemudian, pengguna lainnya mengatakan “ini terdengar menyenangkan”. “Tembakan yang bagus, Tex,” ujar komentar lainnya.

Tayangan langsung di Facebook, yang diperkirakan diambil menggunakan kamera yang diletakkan di kepala, dimulai pukul 01.40 waktu setempat.

Pelaku memainkan lagu sembari menyetir ke arah masjid, termasuk mars anti-Muslim Serbia yang disebut “Remove Kebab”.

Ketika ia tiba di distrik Hagley Park di kota Christchurch, para penyerang memarkir mobil dan kemudian membuka bagasi yang menunjukkan gambar beberapa senjata, amunisi, dan juga wadah bahan bakar.

Mengambil dua senjata, yang dua-duanya telah dibubuhi nama dan slogan, ia berjalan ke pintu masuk masjid dan mulai menembak.

Tayangan livestream itu berakhir 20 menit kemudian. Tersangka kemudian ditangkap pukul 03.00 waktu setempat.

“Apakah kamu menyesal melakukan serangan ini?” pelaku bertanya kepada dirinya sendiri pada manifesto yang ia tulis.

“Tidak. Saya hanya berharap saya bisa membunuh lebih banyak lagi penyusup, dan juga lebih banyak pengkhianat.”

Akun Twitter @brentontarrant kini telah dibekukan, tak lama setelah penembakan terjadi, demikian pula laman Facebook brenton.tarrant.9.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar