Kabur dari Rumah Sakit Saat Akan diisolasi, 2 Pasien Positif Corona

1.Seorang pasien suspect Corona di RS Persahabatan kabur saat mengetahui dirinya akan diisolasi. Padahal dia tengah dirawat intensif oleh tim dokter yang bertugas. Diduga, pasien itu kabur dengan memanfaatkan kelengahan petugas rumah sakit.

wawancara tvOne, dr. Tifauzia: "Virus Corona Mampu Menulari dari Jarak 8 Meter",
sumber lain mengatakan virus ini mampu bertahan di benda mati (misal uang) selama 8 jam..

Dia memilih kabur dari pemeriksaan saat mengetahui akan dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Diketahui, pasien itu punya riwayat pergi ke luar negeri. Gejalanya sama, yaitu panas dan batuk.

"Saat kita rujuk ke rumah sakit lain, dia justru memaksa meninggalkan IGD RS Mardi Rahayu," ujar dr. Yuliana Wara, juru bicara COVID-19 RS Mardi Rahayu, Selasa (17/3).

Karena kejadian tersebut, pihak RS Mardi Rahayu langsung bertindak cepat. Pihak rumah sakit mengaku sudah melaporkan kejadian itu kepada Satgas COVID-19 Kabupaten Kudus untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto mengatakan sudah memantau pasien yang menolak dirujuk itu.


"Kita sudah terjunkan personel. Untuk hasil kami belum tahu karena masih dalam pemeriksaan," kata Joko.

2. Kejadian kaburnya pasien yang tengah menjalani pemeriksaan terkait COVID-19 bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, seorang pasien di RS Persahabatan Jakarta sempat kabur saat sedang menjalani pemeriksaan di ruang isolasi.

Walaupun pada akhirnya kembali ke rumah sakit, namun dikhawatirkan selama di luar rumah sakit pasien itu menularkan penyakitnya kepada orang-orang di luar karena sudah dinyatakan terinfeksi Corona.

Menurut Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman DKI Jakarta, Suharti, pasien itu tidak percaya bahwa dirinya positif terkena COVID-19 setelah dibuktikan hasil lab.

Menurut Suharti, pasien itu tidak percaya bahwa ia dinyatakan positif terkena Virus Corona. Selain itu, dia menolak untuk diisolasi di RS Persahabatan karena rentan tertular.

Untuk itulah pihak rumah sakit terus berusaha untuk membujuk pasien itu agar bersedia diisolasi. Pemrov DKI bahkan rela merogoh kocek untuk membayar gaji pasien itu sebesar Rp2,5 juta.

"Gajinya sudah akan dibayar oleh Pemda kalau perlu kita bayar agar dia mau diisolasi," jelas Suharti, Jumat (13/3).
____
Reporter : Shani Rasyid

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar