Mengapa 2 etnik ini ”Bugis-Makassar”selalu di dikaitkan bahkan di satukan

Masa silam kerajaan-kerajaan di sulawesi selatan menandai  2 etnik ini yaitu ”Bugis dan Makassar”, dan kedua suku ini seolah 1 buah idiom / atau dalam penyebutan selalu dikaitkan bahkan disatukan. Bugis sebagai penamaan disinonimkan dengan "to Ugi", atau sekelompok masyarakat suku Bugis, sedang Makassar disinonimkan dengan "to Mangkasa", atau sekelompok masyarakat suku Makassar, namun dalam pengetahuan secara plural sebagai bentuk dekadensi kejamakan istilah sejarah terhadap 2 idiom ini seolah disepakati tanpa tertulis akan penyatuannya dengan padanan istilah : Bugis-Makassar.

Keberkaitan  hal ini di sinyalemen dalam  satu sisi sejarah yang ditulis oleh Leonard Andayai dalam bukunya, menyampaikan sebabnya bahwa, “Arung Palakka. Ia tidak menaruh dendam kepada Kerajaan Gowa yang menguasai Bone, ketika itu, bahkan Arung Palakka, secara sederhana kemudian mendekatkan semua kerajaan besar yang ada di Sulawesi Selatan dalam satu ikatan perkawinan.demikian pula bagi orang Makassar, mereka sebenarnya tidak memiliki dendam dengan orang Bugis. Sebab, keterlibatan orang Bugis hanyalah mempercepat terjadinya perang.

Masa bundu selleng / perang sebab tawaran pahaman Islam, lebih bersifat sebagai tawaran yang baik dari kerajaan Gowa pada kerajaan Bone, dengan istilah awal yang sesungguhnya dianuti, bahwa" inai mbuntuli kebo' baji/ iga riolo runtu' adecengang ri pisabbiangngi naisseng se-wanuaE", (terj : jika ada yang menemukan pahaman kebenaran, maka hendaklah memberitahukan kepada yang lain), sebab kejut implementasi kebaikan istilah inilah, sehingga Aru Palakka kecil dan Sultan hasanuddin yang lebih muda 2 tahun kala itu tumbuh bersama dibawah asuhan Karaeng Pattingalloang_ dan jika sebab keinginan kepenguasaan VOC sejak awal hanyalah ketertundaan dalam recana untuk menguasai Kerajaan Gowa ?. Dan  Leonard Andayai , pada buku “The Heritage of Arung Palakka”, menyampaikan bahwa, “hingga kenyataan tersebut, di luar Sulawesi Selatan mereka tetap menyatu, bahkan mereka (baca: orang Makassar) menyebut dirinya juga orang Bugis. kini istilah Bugis sepertinya tidak serasi tanpa kata makassar, yaitu Bugis-Makassar.
 ____________________________________
Kaimuddin mbck, menanggapi buku “The Heritage of Arung Palakka”, dalam Mengapa 2 etnik ini ”Bugis-Makassar”selalu di dikaitkan bahkan di satukan

{ 3 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

ansari mengatakan...

kereeeeeennnnn ....

al_adzani art mengatakan...

manta....

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar