Parakang manusia jadi-jadian di Sulawesi Selatan lengkap

Parakang sebuah kata yang tabu di ucapkan, Parakang itu semacam manusia jadi-jadian, secara umum orang menyebutnya : manusia yang dapat berubah ujud, sebab salah menerima ilmu, Parakang dikenal dengan 2 istilah, 1, parakang paiso pallo: hantu pengisap rektum, dan 2, Parakang doe : juga semacam orang yang menerima ilmu agar kaya/pesugihan.  ketika ujud manusianya berubah (kadang serupa binatang : misalnya anjing, babi)". Parakang sungguh mistik dan rahasia, sekitaran dimana parakang berada merupakan ancaman bagi siapa saja, tapi apa hubungan antara parakang dan orang yang sekitar duburnya ada rambutg ???, ikuti kejelasan berikutnya.

Malam itu jum'at, ketika bumi sangat hening dan masyarakat kampung sedang tidur nyenyak melayari mimpi, atau mungkin pasangan suami isteri sedang berhubungan dengan posisi masing-masing. Tetapi cerita ini berakhir saat terdengar raungan halus, namun seperti sangat dekat,“Huaaarrrr… Huarrrrr…. Ghhaaaaarr….”. Tiba-tiba semua terjaga dari tidur akibat bunyi sayup-sayup itu. Kulihat lampu pendaflour berkelip-kelip di siling atap bata. Kuusap-usap mataku, sama, lampu berkelip-kelip begitu juga. Di luar hujan turun dengan lebat, tempiasnya masuk di celah-celah bata keping yang menjadi atap itu. Jam menunjukkan pukul 02.00 pagi. “Huuuaaarrrrr…., thaapss…!” suara seperti rektum tercabut dari dubur dan tempias ke sebuah mulut seper-sekian detik (kemulut parakang), seorang korban kehilangan rektum beserta ususnya. Investigasi autopsi kedokteran menyatakan bahwa si korban ini "karena rektum dan seluruh isi perutnya hilang".

Parakang adalah satu jenis makhluk jadi jadian di daerah Bugis-Makassar yang sangat ditakuti. Parakang bisa mengubah diri menjadi bermacam-macam wujud: pohon pisang, kambing, tangkai-tangkai bambu atau "ampoti", (bahasa Bugis terj : keranjang anyaman dari daun kelapa tempat bertelur ayam). Mahluk ini adalah *seseorang yang bisa berubah-ubah menjadi hewan, benda dan apa saja yang bentuk dan modelnya aneh dan menyeramkan, tampak beda dengan asli (obyek yang ditirunya) Contohnya, dia berubah menjadi Anjing maka anjing hasil jelmaan manusia yang mempunyai ilmu parakang ini beda dengan anjing betulan, anjing jelmaan orang tersebut tidak mempunyai ekor, dan kaki belakangnya lebih tinggi, jelmaan lainya bisa juga berubah menjadi kucing, babi, kambing.dan hewan-hewan lainya, yang membedakan dia tidak mempunyai ekor/buntut. dan punggung belakangnya lebih tinggi.
Mengisap rektum ?, si jago tangkap parakang mengatakan " bahwa orang yang pada sekitaran duburnya ada rambut, sebabkan parakan jijik pada rektumnua, atau ia (parakang) jijik dengan bulu-bulu tersebut.
Parakang manusia jadi-jadian bukanlah hantu juga bukan sejenis bangsa jin atau makhluk halus, tetapi manusia yang salah dalam proses awal menimba/ menerima ilmu tentang "pesugihan/kekayaan", tetapi pada daerah tertentu pakkissa atau orang yang memberi kisah / cerita tentang parakang ini terkorelasi dengan keadaan pattennung, atau orang yang membuat kain tenun dari bahan ulat sutra (tapi asbab cerita ini terpotong, insyaAllah akan kami cari tahu silang kait pattennung ini dengan parakang ),  banyak sumber mengatakan. Sebab menjadi parakang sebuah sumber menyampaikan bahwa  "hal ini terjadi karena   menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi ( selain dari pesugihan/ dengan keinginan kaya". -  Parakang bagian dari anggota masyarakat di Sulawesi Selatan, (maksud kami terdapat satu buah kampung yang seluruhnya adalah parakang pada daerah di kecamatan  tertentu, dan parakang terus ada sebab meregenerasi/ hal turun-temurung. Apabila orang tuanya adalah seorang parakang, maka anaknya pun akan jadi parakang seolah garis taqdir hidupnya demikian.
Pada umumnya parakang di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, hanya matanya tetap kelihatan merah, sumber mengatakan bahwa sorot matanya memang bikin bergidik, entahlah…. , sedang pada malam hari ia bekerja berkeliaran ke kolom kolom rumah atau sesekali sesuatu berkelebat melintas di jendela rumah, dengan mencari kalau kalau ada yang bisa atau mumpuni di isap rektumnya atau dalam dialektika bahasa Bugis disebut, “ri iso pello na”. Adapun hal /obyek yang sangat suka di dekati parakang / obyek yang mumpuni jadi korban adalah orang sakit, dan pula orang yang baru saja meninggal.

Sumber lain menambahkan /mengatakan bahwa , "parakang ini sangat menyukai janin, juga bayi sebagai santapan yang paling enak. Kemestian menyantap atau mengisap rektum ini menjadi seolah utang yang tak terbayar jika tidak dapat melaksanakan hajatan tersebut, maka jika tak menemu obyek manusia, alternatif lainya adalah mengisap rektum kerbau peliharaan milik masyarakat. Hingga kini parakang sangat ditakuti terutama oleh ibu-ibu di kampung yang memiliki balita, perawan, orang sakit, terlebih lagi orang sekarat, kategori terakhir ini sungguh sangat di sukai oleh Parakang, seolah melihat sebiji nangka atau buah-buahan lain yang matang sempurna dan menggiurkan untuk dicicipi, dihisap...

Dan hasil wawancara mengatakan bahwa si parakang ini / ke-perubahannya atau je-jadijadiannya, terjadi di luar kesadaran, dan tak memilih waktu malam atau siang, hal ini menjadi cerita umum di Sulawesi Selatan, maka bila seseorang sedang diambang kematian atau sekarat, maka pihak keluarga si sakarat  cam/waspada dengan menahan laju parakang yang mendekat, demi ia tak mengisap rektum orang sekarat, demikian pula mayat baru/ belum dikubur tersebut, cerita berikut , sekali waktu ....

di rumah duka /  orang yang baru  meninggal, tersebutlah diantara
pengunjung ada parakang kesan menengok si mayat dan  hampir kecolongan, untung saja parakang tersebut dicegat dengan cepat, ya tepat ketika wajah orang tersebut berubah menegang keras dan lidahnya telah menjulur kearah si mayat

fenomenal aneh : Proses menjadi dan ke-abadian Parakang
Jika seorang parakang sedang sekarat bisa sebab ketuaan /menghadapi sakratul maut, ia akan tarus mengulang-ulang kata” lemba …“(pindah : bahasa makassar) sampai ada seorang dari keluarganya yang mengiyakan/ rela dirinya menerima sebagai pengganti jadi parakang. Meskipun ia hanya menyampaikannya di dalam hati, (barulah parakang tua tersebut dapat menghembuskan napas terakhir kali/mati) faktor yang menyebabkan ia menerima /dengan menyetujui hal tersebut berpindah padanya “lemba”/rela menerima, lebih dominan disebabkan oleh perasaan kasihan kepada orang tuanya atau siparakang tersebut, sebab si Parakang itu begitu menderita jika ilmu tersebut tidak berpindah, bahkan ruhnya tak dapat meninggalkan raganya, sangat tersiksa...  Dan keadaan ini, proses lemba sudah menjadi kebiasaan bagi org yang menjadi parakang,  tidak bisa meninggal dunia sebelum ada sanak keluargannya menerima ilmu tersebut."... iyakanlah maka anda parakang selanjutnya".

Sedetik sebelum parakang : Efek dari keadaan ini maka pantang / pamali /pemmali,/larangan keras untuk orang lain (yang bukan parakang , bertandang kerumah keluarga yang berstatus parakang (sebab ketahuan), meski demikian masyarakat tak me-sebarkan berita tersebut bahwa "si pulan parakang".

Dalam hasil ahli terawang ke-pengenalan, sekali waktu parakang ditangkapi oleh pawang dengan menggunakan kurungan ayam sebagai perangkap, keinginan pawang menangkap sebab dua hal,
 1) si parakang mencemaskan kampung.
 2) sebab jika si parakang tertangkap oleh pawang maka si pawang "di sogok dengan emas " agar identitasnya tetap di rahasiakan oleh pawang tersebut,
3) terkadang pula masyarakat yang mengetahui akan keberadaan parakang ini, sering iseng dengan memasukkan belut/nus/moa  pada comberan rumah parakang, akibat hal ini maka si parakang ketahuan karena ia akan mencari/menelusuri terus menerus dimana belut/nus tersebut berada, hingga comberan tampak kering lantaran belut tersebut harus tertangkap, (tak meninggalkan comberan sebelum menemukan belut tersebut) hal ini masih sesuatu yang misterius bagi pelacak yang coba di ketahui secara jelas

ketahuan parakang
sebuah deteksi yang membenarkan penandaan dengan me-coba, perhatikan mata sang parakang tersebut?
(sebuah ket= jika bayang kita terdapat di matanya dlm keadaan terbalik bermakna dia itu memang parakang. -jika ia berubah ujud pada (kadang malam juga siang) ia dapat menyerupai se- macam anjing dengan badan tak berbulu, cuma bila berlaku transformasi dari manusia ke parakang/ makhluk jejadian, pasti ia akan bertambah besar dan sangat kuat, (lengan dan tangan, kuku-kuku menjadi keras dan panjang, dan muka menjadi sangat huduh, dengan mata merah menyala, dan mulut menjadi besar dengan lidah terjulur kasar dan kesat, serta barisan gigi-gigi yang sangat runcing dan tajam. (...punggungmu-pun menebal Hantu Sumiati di dekatmu (2)

Parakang berketurunan cantik
Banyak yang membenarkan bahwa keluarga parakang itu gadisnya cantik-cantik, merupakan renungan yang menggoda di mata orang/ pemuda, bahkan kehidupan mereka kaya, populernya istilah parakang ini terkait dengan sebuah kalimat bahasa Makassar "parakang doe" / parakang uang, dalam pengertian makhluk jejadian yang mencuri uang, teks ini juga menjadi kata kiasan di sulawesi selatan bermakna " banyak matamata duit-nya", ada-ada saja sumber uangnya. Wallahu A'lam bishawab.
Jika menemukan parakang, misalnya dengan wujud pohon pisang, orang dianjurkan untuk memukulnya sekali atau tiga kali saja. Jika sekali pukul dipercaya akan membunuhnya dan tiga kali akan membuatnya cacat. Itulah mengapa perempuan tetangga saya yang pindah itu dianggap parakang karena berjalan seperti orang dengan lutut kesakitan. Menurut orang-orang, suatu malam, perempuan itu tertangkap basah berwujud kambing dan dipukul dengan potongan kayu dilututnya sebanyak tiga kali. Sejak saat itulah ia berjalan dengan cara yang aneh. Makhluk parakang ini memang manusia, tapi jika telah sakarat atau ajal telah mampir, ya mati-nya  susah selagi keluarga atau familinya tidak ada yang rela menerima ilmu sesat  tersebut_Sebagai penerus...berMINATkah anda..?
____________

demikian catatan ini- kedepan kami akan lebih memperbaikinya juga melengkapinya, sebab pertanyaan yang banyak dan juga mendesak...., wassalam saya : kaimuddin mbck penulis mistik.
Parakang manusia jadi-jadian di Sulawesi Selatan lengkap

{ 31 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Fhyro mengatakan...

Manusia jadi-jadiannya orang bugis makassar.
tapi ada juga yang berpendapat (orang yang tidak percaya begituan) bahwa istilah parakang itu digunakan oleh para politisi di zaman kerajaan dulu untuk menjatuhkan lawan politknya???
benar atau tidak,saya tetap mengilmiahkan apa yang dikatakan nenekku' kalau parakang itu ada.wkwkwkw

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

iyye.. makasi suka dengan tanggapanta...

Anonim mengatakan...

kalau yg kayak gini daeng baco pernah ja liat wkwkwkwkwkwkwk... tapi MODEl na cewek... merah mata nya,kayak habis kesetrum rambut nya, itu kantung mata nya lebar ke bawah (lari turun) tidak pake baju,baru arena bermain nya di SElokan berenang2 ki saya liat dlu....

Anonim mengatakan...

di kampung bagian bagian utara masih LEstari org model kyk gni daeng....

labaco mengatakan...

ya betul-betul;betul......

yaszero mengatakan...

parakang?? banyak bede' di Rumah Sakit Bersalin berseliweran... mallakka' nakke dehh..

Anonim mengatakan...

Yaa dendeee......

vhazollee mengatakan...

Anjing jelmaan Parakang yg tanpa ekor dan kaki belakang lbh tinggi itu disebut juga "posoa" karena jika berlari dia akan terengah-engah (posoi).

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

makasih infota vhazolle, di pinrang juga bone menyebutnya asu panting.

Anonim mengatakan...

bedanya dengan poppo' gimana?

Zul Amin mengatakan...

Cerita tentang Poppo dan parakang sejak masa kecil sudah biasa saya dengar ceritanya, tapi ada yg baru saya dengar setelah saya dewasa di thn 1980an dan 1990an di dua tempat yg berbeda.
- 1980an di daerah "Pangadangange" di kawasan hutan lindung Karaenta Maros , saya pernah mengalami suatu kejadian yg aneh. Saat itu sudah larut malam saat saya harus pulang dari Camba ke Maros, berduah dengan teman saya namanya Saleh saya berboncengan dengan mengendari suzuki bebek 90cc,perjalanan kami mulus saja kondisi motor juga stabil, namun setelah tiba persis di tempat yg lagendaris di kenal dengan Pangadangange tiba2 mesin motor mati,lampu motorpun ikut padam, saleh yg membonceng saya terus merusaha menghidupkan mesin tapi tetap saja tidak mau hidup,tiba2 kami seperti terjebak di tengah hutan rimba yg gelap diantara dua dinding tebing batu yg membentuk lorong,utk salin melihat secara sama berdua kami hanya dibantu cahaya bintang yg masuk dari sela2 tebing dan korek gas seribuan yg ternyata gasx habis,jadi kami gunakan hanya percikan batu apix.Kabel busi kami periksa dan aliran bensin semua normal. Rasa takut saya mulai muncul mendengar berbagai bunyi serangga, burung malam dan ada satu suara aneh bagi saya yg se-akan2 berlari mengelilingi kami berdua, sumber suara itu sekitar 10an yg sangat riuh , suaranya nyaring dengan nada tinggi khas anak2 yg berebut mainan, bunyinya mbeuk, mbeuk, mbeuk, mbeuk. saleh tiba2 berteriak marah "Tania ambemu, tania ambemu, ia tania ambekmu. sambil mendorong motor kira2 sejauh sekitar 20an meter, heran begitu distater mesin langsung hidup, lampu motor menyala dan suara tadi mulai menjauh dan hilang. Karena takut saya langsung naik keboncengan dan mendesak saleh utk tancap gas. Setelah sampai ke PattunuangAsuE kami mampir kewarung utk minum air putih utk menhilangkan rasa kaget.
Kemudian Saleh membuka cerita "Ce'deki mate na laga Cambeu" maksudx kita hampir mati di kerubuti "Cambeu", menurut Saleh Cambeu ialah mahluk yg berasal dari bayi yang mati di buang oleh ibux karena hamil di luar nikah, mereka membentuk koloni untuk bermain bersama, sehingga saat waktu tertentu seseorang laki2 terjebak dalam koloninya maka Cambeu tersebut berebut menyangka laki2 tersebut sebagai bapaknya, sambil berbunyi Ambeuk2 atau Ambekku2. Demikian.
Cerita yg lainx terjadi di Barru di thn 1990an, saya akan ceritakan nanti kalau ada Waktu.
Zul Amin.

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

makasih infota saudaraku Zul, mari berbagi...

Hasbi Htc mengatakan...

wuihhh takut serem kaburrr, mallaka saya sama yang gituan

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

anuji ini Ndi Hasbi refreshing, hihi..hi..

Anonim mengatakan...

pas sekali. aku pernh liat monyet yg buntung dan kaki belakangnya lebih tinggi dri yg depan. padahal selama ini di tempatku tidak pernah ditemukan monyet tapi tiba2 ada yang keluar dari area kuburan dan menyebrangi jalan kemudian masuk ke halamn rumah orang. aku dan saudaraku beserta beberpa orang sepupuku sangat ketakutan, sepupu2ku sudah lari, sementara aku bersama seorang saudara lagi tinggal dan menahan langkah. kemudian melanjutkan langkah lagi sambil membaca ayat alquran yg aku tau. bayangkan, itu monyet sebesar induk kambing. kisah nyata. ISBAR

bocah Kampoenk mengatakan...

edede itu gambar yang terakhir...gambar apami itu -__-

Anonim mengatakan...

edede masih ada lanjutannya

Rusdi Rahma mengatakan...

Bermanfaat sekali mass broww postingannya,,,,,, semoga kita semua dapat mengenali dan berhati-hati dengan makhluk yang di istilahkan parakang,,.

ilham siGaptek mengatakan...

teringat masa kecil di kampung saat malam tiba sekitar PKL 9.00 malam selalu terdengar suara Padendang.. "Panroli atau parolli " entahlan saya sendiri sudah lupa namanya, yah... dan itu terjadi hampir setiap malam (bulan Purnama), maklum kala itu belum ada listrik hanya memakai Lampu "Pajjanangang" ( terbuat dari kaleng susu ) ketika pulang belajar Tajwid kami rombongan beberapa Orang " teman-teman saat masih kecil " selalu mendengar suara-suara seperti kedengaran sangat jelas dari berbagai arah terdengar seperti ada pesta terkedang suara suara itu kecil (samar2) lalu kemuadian terdengar sangat jelas. dan saya menanyakan keberadaan suara suara itu kepada orang tua (salah satu Tokoh Masyarakat ) yang kini sudah tiada.. Beliau mengatakan itu adalah "pabaju ejayya" Mahluk halus yg sedang berpesta namun perlahan seiring perkembangan teknologi ( listrik Masuk desa ) suara suara seperti itu sudah tidak ada lagi yang dahulu sering terdengar pada saat bulan Purnama dan tiap bulan terdengar cerita ini 26 tahun lalu saya alami

kejadian keduan :

Pernah terjadi ketika saya masih SMP ( SMP Neg 1 Bontoa th. 1991) malam hari saya terjaga dari tidur bukan karena di bangunkan melainkan terjaga dari tidur karena terdengar suara Po.. Po.. Po..sesekali berhenti kadang jauh kadang dekat lama sekitar hampir satu jam saya diam ( nyata saya dengar dalam keheningan malam ) namun saat itu saya tidak berani beranjak dari tempat tidur hanya diam dan berusaha menebak dari mana suara tersebut terdengar di luar... ih ngeri kalua saya ingat jadi takut...! malla mallakka deh

ALeN mengatakan...

Thaks broo postinganX, awalnya sy Ŧɪ̣̇A̶̲̥̅k̶̲̥̅̊  percaya akn adanya poppo, tp setelah mengalami kejadian pada waktu mlm sekitar jam 9 mlm, pada waktu di kebun mertua sy, sy mendengar langsung suara po' po' po'! Krna Ŧɪ̣̇A̶̲̥̅k̶̲̥̅̊  percaya sy Ŧɪ̣̇A̶̲̥̅k̶̲̥̅̊  takut, tp istri sy melompat takut krna sedang mengandung, mertua sy bilang itu suda biasa, mreka sering melintasi kebun ini. Ä lg saat mlm itu bln purnama, Ä lg byk orang jeneponto dan komonitas makassar tak jauh dari kebun mertua sy, di pontanakayyang, mamuju tengah.

andhyka manggabarani mengatakan...

Di daerah pinrang.. tahun lalu alm.rosdiana adalah korban dri.. yg kalian sebut p**po itu dan sbnarnya kata p**po tdak boleh disebut bagi mereka yg tinggal dekat dari rumah KT(kpla trbang)/ p**po krna mereka tau disaat anda brcerita tntang mreka..

Iya. alm.rosdiana adalah tante saya..
Ia meninggal karna membuang sisa parutan kelapa di sebuah got di blkang rumah.. yg dia lakukan sangat brbhaya. Krna ibarat meletakkan sebuah makanan ditempat mandi si KT apalagi masuk waktu petang.. dstulah waktu dmn mreka pulang apabila beraksi di siang hari. lalu tante sy BAB di wc yg tdak jauh dri got trsbut
..

Tiba2 dia teriak sambil memanggil ibu sya.. katanya dia tidak enak badan. Asal kalian tau. Korban dari p**po tdak langsung mninggal.. mlainkan pusing tdk enak bdan,lemah tak berdaya, tkanan darah tinggi, dan biasanya mati rasa stngah badan. Itu yg dalami sy punya tante. Dan stlah di RS pembulu darah pecah... jdi org bugis yg tdak prcaya adanya KT "tenniako tau ogi"

Parakang Doe mengatakan...

Klo parang doi/uang sekarang banyak bahkan gentayangan dimana2 memparakangi uang rakyat, Nice share daeng baco :D

Arif Difan mengatakan...

Aga pale passappona loh daeng

Anonim mengatakan...

Aku yakin cerita diatas bukan cerita dongeng kan.. hm.. kok ky cerita kisah mahabarata yg spt cerita2 dongeng.. hehehe.

ardhi ibra mengatakan...

Hahaha parakang di daerahq di bully sama anak2 remaja di lorongku.. Soalx kedapatan hendak menyelinap masuk jendela kamar tetangga saya yang baru saja melahirkan. Nenek (parakang) ini sempat berubah wujud menjadi buah kelapa yg sudah tua dan bertunas. Haha mana ada pohon kelapa di sekitar pemukiman saya.. Pikir nenek itu dia tak ketahuan, beberapa saat tanpa saya tau tiba2 nenek itu sudah ditarik keluar dari kawasan perumahan menuju jalan utama dengan menggunakan tali. Katax Nenek itu sudah tak berdaya akibat di pukuli daun kelor, sebanyak tiga kali... Hahaaaaa di bully kasank thu parakang bergigi tajam dan berlidah runcing + panjang..
Anak2 muda di tempat saya durhaka mi itu pasti

ardhi ibra mengatakan...

Hahaha parakang di daerahq di bully sama anak2 remaja di lorongku.. Soalx kedapatan hendak menyelinap masuk jendela kamar tetangga saya yang baru saja melahirkan. Nenek (parakang) ini sempat berubah wujud menjadi buah kelapa yg sudah tua dan bertunas. Haha mana ada pohon kelapa di sekitar pemukiman saya.. Pikir nenek itu dia tak ketahuan, beberapa saat tanpa saya tau tiba2 nenek itu sudah ditarik keluar dari kawasan perumahan menuju jalan utama dengan menggunakan tali. Katax Nenek itu sudah tak berdaya akibat di pukuli daun kelor, sebanyak tiga kali... Hahaaaaa di bully kasank thu parakang bergigi tajam dan berlidah runcing + panjang..
Anak2 muda di tempat saya durhaka mi itu pasti

ardhi ibra mengatakan...

Hahaha parakang di daerahq di bully sama anak2 remaja di lorongku.. Soalx kedapatan hendak menyelinap masuk jendela kamar tetangga saya yang baru saja melahirkan. Nenek (parakang) ini sempat berubah wujud menjadi buah kelapa yg sudah tua dan bertunas. Haha mana ada pohon kelapa di sekitar pemukiman saya.. Pikir nenek itu dia tak ketahuan, beberapa saat tanpa saya tau tiba2 nenek itu sudah ditarik keluar dari kawasan perumahan menuju jalan utama dengan menggunakan tali. Katax Nenek itu sudah tak berdaya akibat di pukuli daun kelor, sebanyak tiga kali... Hahaaaaa di bully kasank thu parakang bergigi tajam dan berlidah runcing + panjang..
Anak2 muda di tempat saya durhaka mi itu pasti

Habil Reski mengatakan...

ri pangkep todong jai sikali parakang paiso pallo

Fadli Myth mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fadli Myth mengatakan...

Pembuluh darahnya itu pecah di otaknya...
makanya almarhuma tentemu itu pusing...
hedeh...

Fadli Myth mengatakan...

Pembuluh darahnya itu pecah di otaknya...
makanya almarhuma tentemu itu pusing...
hedeh...

Posting Komentar