Guru dan Peningkatan Kompetensi di Era Milenial : Seminar & Workshop

Seminar Nasional dan Workshop Pendidikan terbesar di Kab Maros tahun ini dilaksanakan oleh (Persatuan Guru Madrasah Indonesia) PGMI Kab. Maros.Ahad 21/07/2019,

Helatan acara yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Maros Drs. H. Syamsuddin Ballu, M.Ag (Ketua Umum DPP PGMI Nasional) didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab Maros.


Kegiatana Seminar Nasional & Workshop Pendidikan dengan tema: Peran Guru dalam Peningkatan Kompetensi Menghadapi Era Milenial” dengan Pelaksana segenap Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kab. Maros, melibatkan Peserta Guru-guru Madarasah se-Kab. Maros

Ketercapaian mutu Pendidikan dengan kompetensi akhlakulkarimah menghadapi era milenial disampaikan narasumber:
Kastolan, S.Pd., M.Si. (Kasubdiy Buna GTK MA/MAK Kementerian Agama RI) dan Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis (Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar)

Di tenganh maraknya peserta hadir pula A.S. Chaidir Syam, S.Sos (Ketua DPRD Kab. Maros) juga pengurus PGMI Kab. Maros Muh. Akib, S.Pd.I, M.Pd. (ketua) dan Zainal Abidin, S.E., M.Pd. (sekretaris) juga tampak Panitia Pelaksana: Nur Adna S.Sos., M.Pd ( Ketua), Aminuddin Syamsuddin, S.Pd. (Sekertaris).

Lokasi Gedung Serba Guna Pemkab Maros padat dengan Jumlah peserta sekitar 600 Org, pula di meriahkan dengan tari 4 etnik Sulawesi Selatan. (Foto : Mansur Ga'ga)

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Maros mengingatkan tentang pentingnya kompetensi guru yang mencakup 4 aspek ketercapaian pembelajaran.

Dan sambutan berikut oleh Kepala kanwil Kementrian Agama yang mengindahkan keKokohan Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur'an Menuju Rahmatan Lilalamin, juga mengingatkan untuk saling berkoordinasi dalam melaksanakan program keberlangsungan PGMI, di akhir sambutannya beliau mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan PGMI Maros semoga diberkahi oleh ALLAH SWT.

Mansur Ga'ga S.Pd., M.A. seksi Humas dan Dokumentasi PGMI Maros, tampak gagah sebab hingga akhir seminar nasional ini menyampaikan Ulasan kegiatan seminar tersebut kepada Jurnalis Reaksipress.
Penulis : Sang Baco

Telaah Psikologi : Hubungan Kata dan Neuron

Resapkanlah bahwa “kata-kata  bisa merubah otak.

Bahasan psikologi berkaitan dengan  efek ribuan neuron (di prediksi 100 ribu) yang menjalar dalam kepala, mengasumsikan bahwa  kata-kata buruk termasuk kekasaran, menguatkan Thalamus yang mengendapkan  sifat selalu curiga, buruk sangka juga pesimis.


Dalam telaah ini merangsuk anomaly berikut, bahwa Orang pintar bukanlah orang yang paling besar otaknya yang bersemayam di dalam kepala,  sebab study Hiedrosipalus orang yang otaknya besar tidak mengalami peningkatan otak, item ini me-just bahwa kata-kata  baiklah yang memengaruhi perkembangan otak.

Tokoh yang berpengaruh adalah Lasswell dalam Teknik Propaganda di Perang Dunia (1927) yang mengemukakan kekuatan komunikasi politik massa untuk membentuk kesadaran nasional, dan memicu perdamaian dunia.

Seperti dikutip dari Lifehack, Arthur Markman, Ph.D menyatakan saat kita baru saja berbohong, tubuh akan melepas kortisol (hormon yang dikeluarkan tubuh saat stres) ke dalam otak. Setelah beberapa menit, ingatan akan mencoba mengingat kebohongan dan kebenaran. Sehingga otak akan cukup kesulitan mengambil keputusan dan akan membuatnya menjadi kemarahan.

Hasil penelitian Dr John Cacioppo dari Universitas Chicago menemukan bahwa, seperti dikutip dari artikel ini, “kalimat negatif memberikan efek besar terhadap otak. Dampak ini disebut negative bias. Karena itu, kritikan akan lebih membekas di ingatan dibanding pujian”_

Referensi : Berbagai Sumber
Adaptasi  : Kaimuddin Mbck

Matilah Dengan Seksi

"Mati" Bagi semua orang (termasuk atheis) hal yang sungguh mengganggu manusia sepanjang hidupnya, segala upaya tetap akan brujung pada ketiadaan

 Uraian "mati" dalam kamus jerman dikenal dgn istilah "off liben", mati itu seperti kita menutup keran air, seperti padamnya lampu, atau mati seperti berhentinya jam_ mati dengan biasa saja, kematian yang tak istimewa.



 Tapi filsuf jerman dalam "post cantion fenomenologis", mengenalkan  pula kematian dalam kata sterben yang artinya juga mati, : dengan maksud mati itu di rencanakan, atau "bagaimana kamu akan mati, hingga dengan berbuat baik kau akan merindukan saat kematian itu tiba, jika ada kebangkitan maka kau bahagia_

Imam Ali Ra, bilang "setiap tarikan napaski kita, sesungguhnya itu pengurangan usia untuk pasti melangkah kekuburan.

Tapi seperti sebuah film, “Hiduplah dan akhiri cerita seperti yang Anda inginkan_

Muncul Tarekat Ngaku Bisa Panjangkan Umur, MUI Gowa Debat : Itu Keliru

Sebuah tarekat di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang bernama Al Khawatiyah pimpinan Puang La'lang dianggap keliru oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa. Tarekat ini disebut menjanjikan pengikutnya bisa bertambah umur selama 15 tahun dan pimpinannya bisa berbicara dengan Tuhan.

"Puang La'lang itu mengaku bisa memperpanjang umur seseorang sampai 15 tahun. Karena katanya bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan langsung minta," kata Ketua MUI Gowa Paka, KH Abubakar Paka saat berbincang dengan detikom, Rabu (12/6/2019).

sidang tarekat sesat di sul-sel

Abubakar Paka mengatakan pengikut Khawatiyah pimpinan Puang La'lang tersebar di beberapa wilayah di Gowa dan Kabupaten Takalar. Dia menyebut keanehan lain dari tarekat ini adalah menyebut ada kitab lain selain Alquran.

"Kemudian dia berpendapat bahwa selain Alquran ada kitabullah," ujarnya.

Oleh karenanya, Abubakar selaku pimpinan MUI mengusulkan agar kegiatan kelompok ini dihentikan. Dia juga menyebut MUI Gowa sudah mengeluarkan fatwa kalau ajaran tarekat ini keliru.

"Jadi merekomendasikan ke pemerintah bahwa itu dihentikan aktivitasnya," tuturnya.

"Jadi MUI Gowa sudah mengeluarkan fatwa, melalui beberapa Kali pertemuan itu dua belas kali pertemuan, sampai melahirkan fatwa. Jadi isi fatwanya itu menyatakan bahwa Al Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowa yang diajarkan oleh Puang La'lang itu keliru," tegas dia._ source : (fiq/haf)A

sepi baru saja gila : puisi

sepi ini bak pita kaset saja,  beribu waktu kenangan melumer setiap tembok juga jembatan : tak tahan lalu bahasa bodohku bilang "susah lupakanmu bajingan...., terasa detak jam berjalan lambat, dan lihatlah bayangan air kolam ptb kuliner seolah tak ada rupa lain, kau kutuk cinta ya..., atau hantu gentayangan ? : sebab seluruh gerak adalah kau, tak selain kau bangsat...!.

sepi dalam gemuruh begitu menikam-nikam  "Kuharap kau baik-baik saja, karena mengingatmu adalah pekerjaan baru yang selalu ingin kulakukan...., sedang bayanganmu seolah penjara yang mengurung, atau kadang kau menjelma  penyihir dengan tongkat sapu yang bebas berkeliweran ?, lihatlah aku demikian berubah dan secepatnya harus di UGD, oh.....

sepi dalam pita kaset, kacau
sepi begini dan  kepikiran merampokmu..!!, merampok segala yang membuatku mengerti bahwa kau selalu ada, wanita dengan rambutnya yang tertiup angin, wanita  dengan segala warna-warni pelangi, wanita yang membuat mabuk, uh...: seberapa dalam kegilaan sepi ini, hingga kau perlahan kuhamilkan...!!, aku ingin kau diperutku dan bergerak

Sepi sebegitu kemarau yang bangsat,  kering dengan rindu retak-retak
berdoalah "semoga aku tak sampai padamu",
     karena jemari kananku telah berubah sepuluh dan menunjuk jantungmu,
     tak setempatpun  kecuali menuruni jurang : sepi baru saja menggilaiku....

Sepi yang gila  dan  aku menghambur kewajan nasi goreng
      atau harus pecah-pecah terapung di kolam raksasa ptb. sepiku-lah detik yang meloncat tiba-tiba, dan cuaca berubah gila, "itu.., itu kau ya...?!!
     ..
____
malam sepi gila di wisata kuliner ptb maros, banjir kopi dan riuh meng-akustik

Dialog Film Pesan Jihad "Umar Mukhtar"

Episode nonton bareng film tahun 1980-an "Lion Of The Desert".
Mengekspresikan  sejarah gejolak kebangkitan fasisme di Italia sebagai penjajah atas Libya. Sejarah yang kemudian mengabadikan  tokoh Libya Umar Mukhtar sang guru mengaji, terhadap kekuatan Regio Esercito (Tentara Kerajaan Italia), episode perang yang menandai  Tank dan pesawat terbang digunakan di gurun  pertama kalinya.untuk mengalahkan perlawanan terhadap masyarakat muslim tersebut. Kekejaman penjajah, perusakan tanaman, penjara dan kamp-kamp konsentrasi di belakang kawat berduri menjadi bagian properti yang di nuansakan gurun.

Kecamuk perang 20 tahun yang dilancarkan untuk  mengembalikan kejayaan Imperial Rome yang hilang. Tokoh Omar Mukhtar (Anthony Quinn) dengan perlawan gerilya dikeluh para jenderalnya di Italia. Untuk menghancurkan revolusi Libya setelah dua puluh tahun gagal, dan setelah kehilangan lima jenderal Italia terbaik, Mussolini mengirimkan jendralnya yang paling terampil, Graziani, ke Libya. Adegan ini kemudian dikontraskan dengan adegan Umar Al-Mokhtar.


Tokoh dengan karakter guru tua yang berubah menjadi pemberontak selama penjajahan Italia, mengajar murid-murid mudanya di Libya. Graziani pergi ke Libya dan memulai kampanyenya untuk menghancurkan revolusi. Rakyat Libya menunjukkan perlawanan besar dan membuat pengorbanan besar untuk mempertahankan negara mereka.

Menghanyutkan adegan wanita mengurai air mata, yang mendapati suaminya sahid, kata Umar Mukhtar di sela mengajari anak-anak Libya mengaji, " Menangis gembiralah seharusnya atas suamimu yang sahid, dan sembunyikan air mata itu dari anakmu, kuatir ia lemahkan jihad yang sedang mengerang di dadanya".


Adegan berakhir dengan tiang gantungan, amanah Umar Mukhtar yang di pahatkan (kini) di Taman Pahlawan mengabidakan teks berikut "karena Allah, semangat hari ini kelak menghidupkan ratusan bahkan ribuan Umar Mukhtar"_

Literasi Film : Sang baco