atmosfer pagi di malioboro

Henti Trans Yogya di pagi ahad Malioboro, jarak sekilo dari titik nol adalah ujung jalan mungkin sebelah utara (kata "mungkin" adalah perkiraan pelancong yang baru tiba dan mabuk laut), "ramai ya...", "tuh angkringan semalaman, sebelahnya tuh bubur ayam bang.., silah....", sapanya dengan ramah. Usai beri keterangan ia enatap arlojinya seolah pertanda sesuatu harus di mulai.
Seorang ibu dengan seragam senam putih bis merah menutup jalan dengan bentangan kain yang mulai lusuh seolah telah digunakan berulangkali bertuliskan " maaf, sejenak kami menghalangi jalan anda untuk Malioboro pagi lebih fresh", tentu peringatan itu bukan buat rombongan kami sebab searah jalan itu sesuatu telah menunggu kami, pak husnan mengenalkannya dengan "bubur ayam pagi ", dan penjaja koran yang terlihat bersemangat.

Malioboro dan Bubur pagi (ket gambar : Datu maru, SaastraA. Y Tedja, Mustaking, Diar Elas,
Pagi yang tak biasa sebab jalan-jalan di sepanjang Malioboro dipadati oleh pesenam pagi kami memberinya istilah sendiri "malioboro me-refresh-kan diri dari kepenatan, kebisingan pedagang dan polusi kendaraan bermotor". Rekan kami Ramli Ps ikut mengambil bagian sebab kegiatan senam tersebut tidak dibatasi pesertanya; bahkan komunitas difable pun terlihat juga ikut mentegarkan suasana pagi di Malioboro. Arahan instruktur senam melalui panggung kecil di tengah jalan tak memberi respek apapun bagiku, kecuali jajaran  warung-warung yang dinaungi oleh tanaman merambah memenuhi trotoar jalan, haha..ha..benar-benar surga wisata.
pagi di malioboro (sang baco, ucha chenk, Datu maru

Geseran 3 jam waktu beranjak, trotoar Malioboro seakan berganti selimut. Warung-warung lesehan pedagan batik, souvenir dan angkringan muncul bak jamur di musim hujan menawarkan ramahnya Jogja, tak terkcuali pula nikmat gurihnya tempe bacem dan legitnya teh hangat, suasana Jogja yang nyaman menjadi oleh-oleh yang paling berkesan.
Usai senam pagi dan bubur yang ngendap di perut, kegelian kembali meruak ketika sejumlah pramuniaga sebuah departemen store membawa papan diskon, saat berpromosi di Jalan Malioboro, kukira hal ini adalah pemasaran dengan cara yang unik menggoda  minat beli, uh terbayang 3 wanita manis ini memastikan bagasi kapal tumpangan pulang kelak menyesak barang, bilangnya penuh koor "jangan sampai tidak bang.., kan tinggal gesek.!, What...??"_kaimuddin mbck

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar