Passapu Khas Bugis Makassar

Bukan songkok hitam, atau topi tapi yang berbahan kain,  tapi passapu dengan bahan pelepah daun lontar yang dikeringkan, menjelaskan hal ini, berikut pengertian sederhana tentang passapu, Passapu adalah : sebuah bentuk ikat kepala tradisional Bugis Makassar yang awalnya terbuat dari kulit kayu (kini lebih dominasi penggunaan terbuat dari kain sutra) dengan bentuk mirip gelambir ayam jantan dengan symbol kejantanan serupa ayam jago yang tak kenal takut bila bertemu lawan.Terdapat simbol buat suku Makassar di dengungkan Kompeni Belanda dengan gelar,  yaitu "ayam jantan dari timur"

Passapu digunakan untuk  acara resmi juga ritual. Passapu juga digunakan oleh Paraga (selengkapnya di juga  pamenca/pamanca  (bahasa Bugis-Makassar terjemah : pe-silat ) indikasi nilai-nilai keberanian dan kebenaran yang harus dijunjung tinggi bagi seorang laki-laki petarung.

Seiring perkembangan zaman,  maka bahan Passapu yang awalnya terbuat dari kulit kayu ditemukan pula (kini) terbuat dari serat daun lontar yang dianyam, hingga lambat laun menggunakan kain yang kaku_ Perihal heroic keberadaan passapu di tandai sejak zaman  passompe (perantau-berdagang ...selengkapnya di ),  Bugis Makassar menggunakan Perahu Pinisi merambah timur hingga ke-Madagaskar, saat itulah passapu ini menjadi tutup kepala pada busana pria _memakai passapu adalah khas  teriring dengannya  maknar status sosial bagi pemakainya. Hal yang juga disinggung oleh C Pelras dalam buku Manusia Bugis sebagai satu dari dua pakaian asli nenek moyang orang Sulsel.

Sebab mitologi ayam yang dalam pabbitte manu /assaung (Bugis Makassar terjemahan berarti adu ayam)  identik dengan pertaruhan atas gengsi bagi seorang laki-laki yang menjunjung tinggi keberanian dan kejantanan yang sesungguhnya membangun nilai sportifitas. Silangkait perihal ini di utarakan dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mistik itu adalah Sawerigading dalam kesukaannya menyabung ayam. Dahulu orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya . Dikatakan juga oleh Gilbert Hamonic kebangsaan Belanda bahwa, “kultur Bugis dengan mitologi ayam sangat mewarnai perjalanan sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan. Raja Gowa XVI, sebagaimana I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang diberi gelar “Ayam Jantan dari Timur”.

Kejelasan ciri Passapu etnis pelengkap busana adat Bugis Makassar “Ini menjadi spirit membangun nilai budaya atas kearifan lampau tanpa terhalangi proses perubahan sebagai pengayaan budaya masyarakat Sulsel pada kelengkapan busana adat pria yang dihiasi dengan benang emas untuk stratifikasi social Arung atau raja atau bangsawan dan (jika tidak berhias benang emas) disebut passapu guru yang berstatus sebagai guru atau orang bijak atau to maradeka. Maka dalam penggunaan corak penutup kepala Passapu ini, disesuaikan dengan status sosial masyarakat.
____________

Kupas Tuntas Tradisi Sulawesi Selatan :
  Musik Tradisi Mappadendang
                                                        
 Mistik Tradisi Aru Mangaru
                                                 
Misteri Manusia Poppo Hantu Sulawesi selatan


{ 2 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Anonim mengatakan...

Terima kasih

Rizki Dhifan mengatakan...

Makasih infonya

Posting Komentar