"perempuan" tanpa huruf KAPITAL

Catatan 1 : Bincang-bincang sore kemarin, dgn Lory Hendrajaya, katanya " tak sesuatupun kecuali ibu yang kuharapkan penuh mendukungku, juga dengan sepenuh restunya...", sebuah Keberhasilan menandai " suara 355",_ haha..ha.. peristiwa 5 tahun lalu, namun tak mengapa di review, sebagaimana kaidah bahwa : "hidup memang dijalani ke depan tapi di pahami ke belakang"- juga bahwa Suara 355 itu, akan kita bawa ke masa lalu, ketika kita hidup dalam kandungan-nya dan membawa kita kemanapun ia pergi, tak pernah ia berfikir untuk menanggalkan kita walau sejenak… Lalu kita pun lahir dengan tangis pertama_ seorang Ibu selalu ikhlas merawat kita dengan penuh kasih sayang, tanpa peduli dan mengambil waktu istirahatnya dengan tangis kita di malam hari, ia yang selalu melupakan kesedihannya dengan menangis. ya... kelembutan seorang wanita sedemikian ini, merupakan kekuatan yang bisa mengalahkan pria. Sejarah telah mencatat, bahwa dengan kelembutan tersebut, wanita justru memiliki peran yang sangat penting dalam membangun sebuah peradaban.

Catatan 2 :   Perbaikan hari ini (dalam segala aspek) , tidak harus dengan kekuatan fisik sebagaimana yang dilakukan oleh pria, (memang Wanita tidak harus setara secara fisik dengan pria). karena wanita cukup dengan keadaannya sebagai rekan pria. Rekan yang saling mengisi dan mendukung satu sama lainnya. Kerjasama tersebut telah di contohkan di abad ke-18 dengan bentuk perlawanan secara fisik hingga memasuki abad ke-20, di masa pergerakan nasional yang menunjukkan semangat kebangkitan nasional dari semua pemuda. dan perihal tersebut menuai  peran wanita terhadap negara juga didukung dan dijamin dalam pasal 28 UUD 1945," .....wanita juga memiliki hak untuk berkontribusi di dalam negaranya demi kemajuan bangsa" . ya ,,perempuan  dengan fitrahnya sebagai seorang Ibu dengan pekerjaan domestiknya. Peran inilah yang kadang terlupakan oleh kaum wanita. Peran menjadi ibu di rumah dengan segala aktivitasnya seolah-olah membuat perempuan tidak bisa berbuat lebih untuk bangsanya. Padahal kondisi tersebut justru berperan penting di dalam mencetak generasi emas Indonesia.


Catatan 3 : Kubaca "dalam peristiwa proklamasi", keberadaan perempuan memenuh dalam pesta kemerdekaan tersebut, menandaskan  dibangunnya  pula  tugu khusus perempuan disekitar tempat, tugu proklamasi tersebut, mengapa demikian ?. peran perempuan dalam menelusuk sejarah  dan dalam mitos2,  tempat perempuan memang sangat istimewa, katakanlah Jawa dgn pandangan dewi sri, batak juga dengan pemahamannya yang patriarki, dmana nenek moyangnya adalah perempuan yaitu gurudepraruja, demikian pula di Indaonesia timur,  sebut saja tomanurung….raja 1 pertama kerajaan  gowa adalah perempuan,
karena ini makna, atas nama kelembutan, dan silang kait problematika nusantara ini, kiranya sifat kelembutan itu mesti terejawantahkan,  sifat welas asih (sifat perempuan) menelusup pada pemuda dan pemimpin kita , dan menjadi bagian dari  kepedulian social  dalam mengurus , menyantuni rakyat.

Catatan 4 : Wanita dengan kesan lembut, mengenalkan kita pada tokoh bahkan  pejuang  Nasional, semisal : Laksamana Malahayati , Cut Nyak Dien, Cut Mutia, Nyi Ageng Serang, Rahma El Junusiah, Rohana Kudus, Kartini, dsb. Kemudian dalam sejarah Islam juga terdapat tokoh-tokoh perempuan, seperti: Aisyah, Umu Sinan, Al Khansa , Khadijah, dst.dengan mereka maka didapatkan wanita sebagai pendidikan yang utama dan pertama di dunia. Pentingnya pendidikan juga dinyatakan secara jelas di dalam Qs. Mujadalah:11. Maka, untuk para wanita tetaplah menjadi wanita seutuhnya dan sesuai dengan fitrahnya. Sesungguhnya apa yang telah kau miliki adalah sebuah kelebihan yang harus disyukuri. Di awali dari perbaikan wanitalah negara ini akan menjadi maju dan pemahaman yang benar.

Catatan 5: ...

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Michio Muharrama mengatakan...

Saya sudah baca pak👍🏻👍🏻

Posting Komentar