Petang 8.00

Petang yang kabut dan petir turun di jalan.

roh kah, "badai petir ini"?,
seperti waktu telah ditaklukkannya,    seolah ia baru saja terbebas dari pengasingan,

petir mengantar malam,  yang berjalan di atas pohon-pohon, seperti nyanyian yang ditabuh,  menyayatkan rintihan keras anak-anak
petir dan ...,  sehelai daun terperanjat dan lepas,

Tuhan aku ingin berkata, tapi tidak untuk yang penghabisan
" aku mengadukan hidupku yang tak seberapa, dan dengan gigil aku mendesak kasih sayangmu"
petang yang kabut dan dan petir turun ke jalan : sehelai daun terperanjat dan lepas.
Tuhan aku ingin berkata, tapi tidak untuk yang penghabisan
 ---------------
Kassi Maros , Petang 8.00

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar