Dialog kampus : Pra Kebenaran Demokrasi

"sebelum dalam-jauh benahi pesta demokrasi" (tanggap HISBT dan SALAF di kampus usai kesuksesan Dialog Politik sesi 1 dan 2 tergelar, kami merasa....?)_  lalu dialog kuperspektifkan dalam tanggap mereka ): perihal bahwa setuju dengan prosesi pemilihan umum, berarti setuju system jahilia (tidak islami /  system kafir ) karena berasal dari peradaban barat, maka demokrasi tidak boleh kita anut karena tidak Islami, TAPI jelaskah bahwa kita di Indonesia telah sekuler ?, atau gugatan yang lebih berat bahwa "kita telah patuh dengan sistim pemerintahan kafir ?, penguatan lain bilang "maunya hisb dan salaf itu sebagai ormas yg paham > baiknya masuk parlemen atao kalo tidak (minimnya) bantu dong pemerolehan suara saudaramu se-muslim ?, haha...ha...

"Anti demokrasi lalu golput bahkan mencela (lebih tepat bermaksud "kurang me-setuju-i")
 saudara semuslim mengikuti sistim kini, mengapa ?"_membiarkan hal ini blunder, maka seakan-akan mematahkan waktu di tengah prosesi demokrasi yang terharapkan tumbuh dewasa atas kepahaman demokrasi secara substansial tercederai. SEDANG pro demokrasi mengatakan "inikan Indonesia bukan negara Islam sejak dari sononya, ya cari negara lain saja ,sedang suara lain bilang "Anda tahu, bahwa orang kafir bertepuk tangan karena kita saling bercakaran? Jangan- jangan mereka mengucapkan ”˜terima kasih” karena PR mereka untuk menghancurkan kita sudah diselasaikan oleh kita sendiri.wadoww....???

golput merupakan pilihan berdasarkan analisa pertimbangan layak tidak atau tanpa memilih. tapi pro demokrasi menganggap bahwa (golput) juga celah yang juga tampak dari sebuah sistim, anggapan lain bilang "lebih baik menjadi golput" ketimbang  telah masuk dalam ranah sistim yang pelaku tak mampu berbuat apapun meskipun telah sampai pada penentu kebijakan, TAPI prihatin lain bahwa golput adalah  prihatin lain dan me-wilayah masyarakat yang terus tumbuh bahkan menjadi sebuah "kesadaran terbaik atas carus marut demokrasi" _ 

DIALOG TERUS BERLANJUT KE > apakah kita dilarang mengambil salah satu bagian dari system,  yang sekiranya tidak bertentangan dengan islam?,  atau gugatan lain bahwa "sedalam apa keburukan sistim demokrasi ini, atau tidakkah ada hal yang baik yg memungkinkan kita menerimannya sebagai sebuah bentuk solusi atas keberadaan negara Indonesia yg tidak bersistim syariat ?,
diskusi mengambang dan silahkan simpulkan sendiri..., atau  MARI BERDIALOG sebelum sesi dialog dpr-ri !!!!!.tapi kata pak acha "hisbt / salaf saja yg gelar nih acara lalu ngundung tokoh (penguatan ) pro demokrasi lebih spesifik dari pihak partai PKS yg Ihwanul muslimin atau partai PAN yang dari arah Muhammadiyah_ gimana ????

Foto
Dialog selingan : menandas peristiwa jumat kemarin dalam "Dialog Politik sesi panelis Caleg Prov, wil 6", di prakarsai LEPASS (lembaga pengkajian Strategis Salewangan)_ ya sebuah harapan tumbuh mengandung dan mengundang  dengan harapan perubahan, meski bukanlah benar dan salah atau bertarget dan tidak > terhadap upaya bijak berdemokrasi, ya pada proses tumbuh berdemokrasi keadaan memahamkan memang tidak mudah mengalihkan serupa remote control menukar saluran televisi saja, atas keadaan yang diharapkan berlangsung, namun sebuah transformasi dilakukan panitia meski tak semuanya rapi tapi telah  menjadi aksi, proses dalam melahirkan kembali sebuah jawaban baru terhadap penguatan dan tantangan baru bagi penguatan kelak dalam harapan dan kenyataan spesifikasi kabupaten maros.

Sebelum  partai hanyalah topeng, ia tak menghasilkan identitas yang satu dan pasti.Tak dapat ditentukan mana yang terbaik, tepatnya: mana yang terbaik untuk selama-lamanya bagi masy.Tapi  Sebab selalu ada hubungan dengan hal-ihwal yang tak berulang, tak terduga dalam prosesi dialog ini< ini pun disebut "lumayan" Ia bisa mengasyikkan tapi sekaligus membingungkan. Ia paduan antara sesuatu yang “utuh” dan sesuatu yang kacau. ribuan gambar canangan  dan program yang berganti-ganti di layar  publish, dan berganti-ganti pula cara kita memandangnya. tapi  pesan TERLANJUR BILANG bahwa "teman seperjuangan, seluruhnya tanpa kecuali "mari kita berjalan bersama, duduk bersama, membicarakan hal-hal yang dibutuhkan masyarakat ...umat, dalam dialog berikut sesi DPR_RI ".  insyaallah _kaimuddin mbck (meremang katanya " sebelum sesi dialog DPR-RI baiknya dialog terbuka dulu tentang, "benar-salah atas demokrasi dalam pandangan Islam " wadoo...masalah baru nih ?.

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar