Dialog : Pembebasan HMI

Ketika pendidikan sering tampil sebagai bagian dari kelas menengah atas hingga kelas penguasa, tetapi malam minggu ini dialog "Pendidikan Sebagai alat membela kaum mustad'afin dan dhuafa",  justru tampil sebagai pembebas,” kata Bapak Nur Jaya, di Warkop Citta Marola, Sekretariat PWRI jalan Crisant Maros, (10/3/2018).

Kemiskinan yang mendera masyarakat selama ini memunculkan banyak kaum dhuafa (kaum lemah) dan kaum mustadhafin (kaum tertindas), seperti kaum miskin, fakir, perempuan, orang yang terlilit hutang, anak yatim, dan lain-lain.

konsep “ideologi pembebasan”,  sejatinya adalah pendidikan  yang ingin membela kaum-kaum kaum dhuafa dan mustadhafin tersebut. Konsep ini jelas berbeda dengan konsep yang dimiliki oleh kaum sekuler atau sosialis yang melakukan keberpihakan kepada kaum dhuafa hanya sebatas pada penyelesaian yang bersifat duniawi.

Sepanjang sejarah, banyak kisah tentang kaum yang tertindas dan penganiayaan. Yang kuat menindas yang lemah, yang kaya menindas yang ….. dan seterusnya. Dan kisah ini menjadi sumber inspirasi dan imajinasi dari “dialog malam minggu, sungguh menarik.
Dunia jika dikuak intinya, tiada lain adalah narasi panjang tentang pendidikan, cerita yang menjadi luapan perasaan di progress oleh  hati insan cita HmI kom. FEB UMMA Cabang Butta Salewangang. Pendidikan menyentuh kaum dhuafa dipresentasikan oleh Kak Nur Jaya sedemikian menarik dengan dibumbuhi pertanyaan pertanyaan buat peserta dialog hingga mengantar kepertengahan malam yang tak terasa terus larut.

Ditemui penulis, Respon Ketua PWRI DPC Maros Makmur Radika, tanggapannya terhadap kegiatan anak muda tersebut, di kursi pojok luar, menambahkan bahwa “Pendidikan merupakan Keberpihakan Islam ini bukan sebatas pada aktivitas yang memecahkan berbagai masalah sosial dan kemanusian kaum dhuafa, melainkan lebih dari itu adalah bagaimana menyelamatkan mereka dari bahaya kesesatan dan kekafiran, kemudian membawa mereka menuju keselamatan dan  kedamaian.
Manusia secara plural dalam aspek pendidikan, menjadi rangsangan bagi seluruh peserta dengan  menyadari bahwa pendidikan adalah hak semua masyarakat berbangsa, tak melihat latar belakang sampai pada pandangan fisik sekalipun. Namun yang menjadi hak.  Seperti alam yang siapa saja boleh meng-ungkapkan-nya.

Biaya pendidikan merupakan salah satu dari sekian banyak problematika, selalu saja terdengar keluhan masyarakat terhadap mahalnya biaya pendidikan ,  di setiap tempat banyak dijumpai anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. Dialog berakhir dengan harapan program beasiswa menjadi canangan lebih dari pemerintah atau cara-cara lebih konkret dalam memberi bantuan serta pertolongan kepada (baca kaum dhuafa) demi  mencetak genarasi cerdas dari sisi akademik dan baik akhlaknya. Insyaallah….____
Kaimuddin Mbck, Adaptasi dari tulisan "Boddong Fb"

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar