pra launching Buku "Kearifan budaya Lokal"

Pra hasil perekaman kebuku pendidikan : informasi, penelitian, observasi ke-pelestraian lalu persandingan berdasarkan asas kurikulum pembelajaran adalah hal yang tak pernah selesai secara maksimal, ya demikian kompleks persoalan kebangsaan dan kerakyatan, sehingga sesuatu yang apa adanya ini harus terbit dan (seolah) menjadi pelengkap kebutuhan atas sub pelajaran Muatan Lokal dan pendidikan seni budaya_, tapi kata dia "inikan belum berakhir daeng....

launching Buku "Kearifan budaya Lokal", Pikirku pada  penetapan waktu untuk lounching buku, ( pusing juga ya...), Mana waktunya mepet banget lagi dengan tahun baru ?, yang sebab keadaan harus milih hari Sabtu atau Ahad, me-sesuai-kan waktu biar pada ramai dan banyak ..?. Awalnya kita berniat meluncurkannya hari ahad. Lalu waktu pas siswa/i SMA sedang UAS, tapi khawatir mengganggu konsen mereka, sebab kami lembaga LEPASS melibatkan mereka dalam acara tersebut. (KU POSTING KELUHKU dengan maksud menunggu tanggapan teman-teman akan preposisi waktu ini, ada usul ga..?).

 Buku "Kearifan budaya Lokal"
Mengantarai serba-serbi di lounching buku tersebut, aku kepikir mo datangin beberapa pembuat kue tradisional untuk pengolahan di tempat sebagai menu ringan buat undangan misalnya : penjual / tukang bikin buroncong, Putu ambon, kaddo boddong, dan putu cangkiri, sedang menu untuk minum selain pilihan kopi susu, adalah sarabba, atau bajigur, yah...(mungkin).salah satu sebuah paket  apresiasi ringan yang mengenyangkan sebelum acara santai launching ini, ini membosankan ya ?, "bagemana pale kodong....?, demi  pengunjungnya. dak kelamaan menunggu bendi yang memboyong 2 karung cargo dan mengantar penulis ke acara santai launching buku "Kearifan Budaya Lokal" (segment membangun moralitas bangsa sekaitan dengan kebijakan Pendidikan di Sulawesi-Selatan-atas studi kasus di kabupaten maros), menganarai kearifan lokal yang sepenuhnya di tuturkan dalam buku ini, terkenang Pappaseng dari Karaeng Pattingalloang (kp)“NIKANAYA KATOJENGANG SANGRAPANGI BULO SIPAPPA, NIONJOKI POKO’NA AMMUMBAI CAPPA’NA, NIONJOKI CAPPA’NA GIOKI POKO’NA”. (Suatu kebenaran ibarat satu batang bambu, bila diinjak pangkalnya muncul pucuknya, demikian halnya bila di injak pucuknya akan muncul pangkalnya).

Bilang mikii kapan waktu  tepatnya ?,
Media dah siap (visualisasi juga pers), napengaruhika kurasa , Contoh peluncuran buku yang paling spektakuler dapat kita lihat pada buku-buku Tung Desem Waringin. Saat meluncurkan Financial Revolution, TDW menunggang kuda dengan berpakaian tradisional membawa buku. Adapun pada buku Marketing Revolution, TDW menyebarkan uang dari pesawat yang menimbulkan kehebohan, sehingga beritanya dimuat oleh hampir semua media lokal, bahkan internasional. Dari segi anggaran, tentu saja cara-cara unik seperti ini lebih efisien dibandingkan memasang iklan secara konvensional.< bginian bagus ya...?, haha..ha...

launching Buku "Kearifan budaya Lokal"
proses internalisasi pendidikan budaya dan karakter ke 
dalam institusi pendidikan di tengah rumit dan kompleksnya persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan justru perlu dimaknai sebagai cara Tuhan untuk meningkatkan derajat dan kualitas hidup bangsa kita.

Sebagai ilustrasi, (pingin lo siap crew LEPASS), bahwa " hasil konfirmasi semua reff sumber person dari dan bukan tokoh "berketatapan semua hadir ", yah kecuali yang telah pergi meninggalkan kita tomatoata malebbiE, kirim doa buat mereka atas keselamatannya Amin....

saya mohon bantuan dari teman-teman untuk menyumbang ide-ide kreatif, jika perlu ide gila, bagaimana cara yang paling efektif untuk meluncurkan buku/ launching Buku "Kearifan budaya Lokal" ini

1. Konsep Acara
2. Di mana tempatnya?
3. Siapa yang terlibat (undangan, pengisi acara, wartawan)
4. Sponsor (kalau ada). Udah mepet gini, cari sponsor sulit ...TIADAKAN-MI...haha..ha..ha
5. sarankan apa ajha deh(jika perlu).l

*meeting tadi ke penentuan waktu > hari Ahad 8 januari 2012, di warkop dg te'ne, jam 10,00 wita.

Bagi ide yang terpilih akan mendapatkan hadiah khusus dari kami. Btw, nggak menarik ya kalau cuma hadiah khusus tapi nggak disebutin. Hmm… apa ya hadiahnya? Ada ide nggak? Halah, minta ide terus nih….senggol crew LEPASS, ku takut seorang diri, Meskipun jarak kita dipisahkan oleh lautan dan benua hati kita satu bahasa bagi kebebasan bersuara! wkwkwkwkw...wassalam
____________
penelitian ke penerbitkan buku., aplikasi bolak-balik dari kampung satu ke-kampung lain, tanya situ dan sini, terus proses berusaha tegak, menerjang,  begadang ,  menyusun memilih obyek memilih kata, mengetik/ ngelapetop, ...dll, dan tanpa agenda sebelumnya dalam perancangan  untuk  membahas bagaimana semestinya buku yang banyak disuka dan seperti apa gaya penulisan sehingga mereka menyukai mencintai ....< tanpa ini semua, Akhirnya...........bersama waktu aku pelan-pelan mulai hamil maksudku hamil ke 2 dan melahirkan hari ini, haha..ha...

lounching Buku "Kearifan budaya Lokal"

{ 5 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

pmii cabang maros mengatakan...

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros mengucapkan selamat atas Launching Buku "KEARIFAN BUDAYA LOKAL" semoga kehadiran buku ini bisa membantu para generasi muda untuk bisa lebih mengenal Kearifan Budaya kita dan juga Tetap mempertahankan budaya-budaya yang ada di daerah kita...
"Lele Bulu' Tellele Abiasang,Naikia Lelemua Abiasangengnge,Abiasang toopa Palelei"(Gunung dapat berpindah,tapi kebiasaan tidak dapat berpindah,namun kebiasaan dapat berpindah jika kebiasaan pula yang memindahkannya).

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

saluutt buat PMII, ( mari bersama mengaktualisasi kearifan dalam sikap dan pemikiran, wassalam

IHSYAH mengatakan...

bang, pinjam bukunya buat resensi yah..

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

bukan pinjam kalo kita, "ambil miki ..."

indra anwar mengatakan...

Ditunggu buku kearifan lokal selanjutnya

Posting Komentar