Ciuman itu Iklan (Romantisme Antropolog)

"Ciuman.... dan kau tergila-gila setelahnya"
Ciuman  ditelaah aspek filosofis menyodorkan hasil kontemplasi  berbagai karakter

Menurut Nietzsche Ciuman ini bertujuan untuk menbuatmu makin kuat, lebih kuat, semakin kuat. Ciuman ala Nietzsche akan membuatmu menjadi seorang überkisser

Rumi Ciuman ini benar-benar agung. Kau harus melakukannya dengan sepenuh hati karena tujuan utama ciuman ini adalah menyatukan diirimu . Seperti saat kau mencium bayangan bibirmu di cermin. Wahdatul-wujud. Manunggaling kawula lambe.

Aliran Romantisme Anthropolg dalam perihal "ciuman", dapat dianggap atraktif untuk  membantu seseorang  mengetahui  pasangannya dengan membaca saraf yang yang di implementasikan dari reaksi rasa ciuman tersebut, bagaimana mungkin?,

Anthropolog Helen Fisher menggambarkan ciuman sebagai "alat penilai atau pe-deteksi". sebab secara refleksi neuron, kebanyakan lapisan luar otak mampu menangkap sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Sebanyak 5 dari 12 saraf tengkorak kepala mengambil data dari sekitar mulut, untuk merasakan perasaan paling sensitif, entah itu dengan cara mengecap, mencium, dan menyentuh.

Ketika mencium seseorang, bukankah sekaligus kita dapat melihat, merasakan, dan mendengarkan perasaannya? Jadi, berciuman bukanlah sekadar ciuman. Berciuman, dapat  merupakan suatu "iklan" yang mendalam mengenai siapa anda,  apa yang anda  inginkan, dan apa yang dapat  anda berikan.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar