Telaah Psikologi : Hubungan Kata dan Neuron

Resapkanlah bahwa “kata-kata  bisa merubah otak.

Bahasan psikologi berkaitan dengan  efek ribuan neuron (di prediksi 100 ribu) yang menjalar dalam kepala, mengasumsikan bahwa  kata-kata buruk termasuk kekasaran, menguatkan Thalamus yang mengendapkan  sifat selalu curiga, buruk sangka juga pesimis.


Dalam telaah ini merangsuk anomaly berikut, bahwa Orang pintar bukanlah orang yang paling besar otaknya yang bersemayam di dalam kepala,  sebab study Hiedrosipalus orang yang otaknya besar tidak mengalami peningkatan otak, item ini me-just bahwa kata-kata  baiklah yang memengaruhi perkembangan otak.

Tokoh yang berpengaruh adalah Lasswell dalam Teknik Propaganda di Perang Dunia (1927) yang mengemukakan kekuatan komunikasi politik massa untuk membentuk kesadaran nasional, dan memicu perdamaian dunia.

Seperti dikutip dari Lifehack, Arthur Markman, Ph.D menyatakan saat kita baru saja berbohong, tubuh akan melepas kortisol (hormon yang dikeluarkan tubuh saat stres) ke dalam otak. Setelah beberapa menit, ingatan akan mencoba mengingat kebohongan dan kebenaran. Sehingga otak akan cukup kesulitan mengambil keputusan dan akan membuatnya menjadi kemarahan.

Hasil penelitian Dr John Cacioppo dari Universitas Chicago menemukan bahwa, seperti dikutip dari artikel ini, “kalimat negatif memberikan efek besar terhadap otak. Dampak ini disebut negative bias. Karena itu, kritikan akan lebih membekas di ingatan dibanding pujian”_

Referensi : Berbagai Sumber
Adaptasi  : Kaimuddin Mbck

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar