gila-gilaan

Gila-gilaan itu sebab capres dan cawapres, Siapa yang tak satu darah maka dia "orang lain", kata Michael Foucault, namun istilah ini berseberangan dengan keadaan kerukunan lampau Bugis Makassar yang dikesan dengan paseng "....rapang rekko tau masseddi tenripauni". Era atau musim  pilih capres cawapres ini dalam representatif perolehan suara kelak, tampak mati-matian membantah ungkapan Michael tadi, sebab segala terlihat lebih akrab bahkan diakrab-akrabkan, termasuk berkunjung ke kuburan tokoh minta restu dan pendukung, ya nuansa indah saling akrab mengakrabkan ini tampak benar di pasar, di kampung , di antar parpol, tempat perjamuan, di parlemen, di tempat naik kuda juga di tempat bersepeda, terlebih di  warkop hingga di lorong-lorong tikus dalam kota, haha..ha…

ke-akrab-an ini (mungkin) pula sebab ada bagi-bagi jabatan, ya semisal bagi-bagi menteri, atau semisal kesepahaman untuk sama-sama mo di atur sama orang luar/asing, entahlah...

kredo : jokowidodo dan prabowo
Target max jumlah suara ditegak bagai bendera dan pedang  juga dengan pendekatan keagamaan (semisal issu perang badar, anti chines) dll (dan lupa lagi), maka panduan dan penerangan harus tersebar dan men-jejaring, juga bahwa prosesi lima tahunan ini bagian dari cahaya kemajuan yang seolah pasti harus memancar meski dengan kecut seabrek materi  kampanye sejak 5 tahun yg jumlahnya aduhai, ya program harus berjalan semisal  tatanan kota, hingga pembangunan pasar dan pembakaran pasar adalah semisal yang sama pentingnya untuk pembangunan, segala rakyat seolah merdeka_bahkan Soeharto pun hampir dihidupkan untuk diberi gelar pahlawan, dengan seabrek asumsi. Atas tatanan ini terkadang mereka rakyat (lupa) jika pernah tak dianggap memiliki hak untuk menentukan harga petak-petak tanah mereka, ya ini disebut “tata tertib dibacakan dan kredibilitas pemimpin harus ditegakkan”, derita rekayasa dari wajah masyarakat yang sebelumnya dicekoki janji/iming-iming seolah membentuk tradisi sendiri yang dikenal dengan adagium “sejarah telah mengajarkan masyarakat dengan sistim demokrasi begini gila yang di wajarkan dan yang tak lolos  punya cara balas dendam yang aneh kelak”, oO... baru saja pesta ini terasa lebih meriah.

siapapun capres dan cawapres untuk Indonesia, tantangannya bersifat elementer (masih penguatan pangan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur dll), diperlukan pendekatan yang berbeda atau ke-baru-an, mungkin juga sifatnya pemikiran yg menerobos, ya..negara kita sedang carut-marut, hal yang berbeda / bukan  negara maju,

Peristiwa yang sungguh jauh berbeda di pedataran Arab, ketika para sahabat Rosul SAW, menyikapi hal ini sebagai bagian dari kitabullah dan sunnah rasul (kubaca di Muqaddimah ad-Dustûr, hlm. 42) : …alkisah kepemimpinan muslim kosong sebab wafatnya Rasul SAW, tersebutlah para sahabat di Saqifah Bani Saidah calonnya adalah Abu Bakar, Umar, Abu Ubaidah dan Saad bin Ubadah. Namun, Umar dan Abu Ubaidah mengundurkan diri karena merasa tidak level bersaing dengan Abu Bakar. Praktis calonnya tinggal dua, yaitu Abu Bakar dan Saad bin Ubadah. Kemudian  pembesar yang arif di Saqifah memilih Abu Bakar, lalu keesokan harinya baiat taat, tanpa milliaran bea.

kredo capres 2014
kampanya pemilihan capres-cawapres 2014, gila-gilaan budaya baru itu mesugesti ke-pemilih-an,  masyarakat dengan terpaksa ikut pula berdebat, dan segala kekurangan (mungkin pula) ke-busukan dari 2 pasangan tersebut lebih di indahkan oleh lawan politik dan media, tivi-pun demikian (tv one dan metro beradu seperti 2 gasing) : ya mungkin saling me-fitnah ini belum sampai ketitik nadir, lupa bahwa : pemimpin untuk indonesia memang belum ada yang sempurna, bahkan TIDAK butuh orang yang sempurna, tapi yang bisa merubah keadaan dengan tambal sulam

Istilah “siapa yang tak satu darah maka dia "orang lain", akan di bantah habis-habisan mungkin sebab dorongan persekutuan dan kekuasaan, tiba2 bermunculan banyak pencipta puisi, batu tulis, juga semacam pelanggaran HAM, terlepas dari apakah kita kelak saling curiga-mencurigai. ya demikian wajah indonesia hari ini, well…

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar