~motif nenek moyang Bugis Makassar_

Penggambaran narasi di dalam kitab tua konstruksi atau -kitab jure'na panritaE  (Bahasa Bugis artinya > ahli motif/ragam hias), mengarah perhatian motif pada mozaik, fosil dan juga jera’/kuburan, simbol ini  menunjukkan sebuah gairah romantisme masa lalu yang tetap mengakar, dalam prosesi cipta kreasi masyarakat lampau tersebut_ cipta gambaran awal ini, sebuah ide eksplorasi terhadap alam sebagai bentuk Assennung sennungeng atau prasangka baik yang dilekatkan sebagai jure'/motif pada tempat/ benda2 tertentu, kadang telusur jejak temu motif ini masih di pahami simbol sakral masa lampau_ Tersebutlah  sebuah aliran natural motif  bugis makassar, yang telah dimulai sekitar 1300 M, sebuah era perkembanganya yang sangat dini dalam "simbolisme tertentu dalam ragaman hias nenek moyang suku Bugis Makassar". Istilah motif /ragam hias di Sulawesi Selatan disebut : jure',  bentuk mozaik dan pola patron yang tersimpan diketahui berinisial simbol,"la'lang sipueja, bassara allo, mappalung, pattangke lumu' , dan yang paling spesial adalah bunga kaliki....dll_

Ragam hias BugisMakassar, umumnya bersumber dari alam sekitar, biasanya berupa flora, fauna dan tulisan huruf Arab atau kaligrafi (era masuknya pahaman Islam di sulawesi Selatan), Ragam hias flora biasanya berupa bunga parengreng yang berarti bunga yang menarik, dan menarik reski agar tak putusputus dari sibgah assennung sennunngeng (pahaman :tadi), sebab berupa sulur-sulur bunga yang menjalar, dalam hasil pahatan bunga ini, biasanya menggunakan teknik pahat tiga dimensi yang membentuk lobang terawang. Bentuk demikian selain makin menampakkan keindahan karena adanya efek pencahayaan. Yang dibiaskan juga dapat menyalurkan angin dengan baik. (motif bunga parenreng kami masih endapkan, kelak lengkapi contohnya periode depan)

menenun sutera di wajo
Ragam hias fauna biasanya berupa ayam jantan, kepala kerbau dan bentuk ular naga. Ayam jantan dalam bahasa Bugis disebut manuk yang berarti baik-baik. Selain itu juga sebagai simbol keberanian berdasarkan data sejarah telah ada hubungan antara Kerajaan Kutai bercorak Islam dengan Bugis, dan gambar serupa ini tampak menjorok keluar di atas bubungan rumah dengan pahat tembus.

Menurut Ambary, "Keragaman Nisan dan Jirat Kompleks Makam Raja Kutai Abad 18-20 (Ditinjau dari Aspek Hiasan) terdapat tipe nisan di kompleks ini adalah tipe Bugis – Makassar Dari isu ini, masalah yang muncul berupa hipotesis, yaitu, "bahwa beberapa ragam-ragam hias di kompleks makam Raja Kutai ini diduga menyerap budaya ragam hias Bugis dan Makassar tua.(gambar motif ragam hias tersebut usai lacak jejak dan masih kami simpan*).

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar