Musik Unik Kecapi Simponi SD Neg.2 Maros Sulawesi Selatan

Musik  “simponi kecapi” sebuah genre yang lebih lentur dan lebih laku di pasaran Sulawesi Selatan, seni musik ensamble  yang memakai kombinasi berbagai alat khas daerah terutama dominasi kecapi dan tambahan alat lainnya sebagai pelengkap yaitu suling, gendang, parappasa pui-pui dan rebana, ya sebuah kolaborasi inspirasi alat musik tradisi.

Setelah prestasi dalam seni musik simpony kecapi ensamble berulang-ulang ditorehkan, menandaskan kesuksesan nilai pembelajaran seni budaya lokal di SD Negeri 2 Unggulan Maros berjalan dengan baik, dan hari ini Ahad,  Desember 2013 menjadi hari yang membahagiakan, tampak anak2 tersebut pra pentas bersenda gurau plus telah memakai pakaian adat Sulawesi Selatan, mereka di halaman sekolah sebelum jemputan datang untuk menuju Bandara Udara Hasanuddin dalam pentas yang ke-2 kalinya, musik massal dengan kecapi, gendang, pui-pui tinnong-tinnong, dan suling mengiringi sepuluhan penari. Rahmat Mappangara (081241097978) sang guru dan pembina kelompok tari dan musik ensamble tersebut menuturkan bahwa “ melatih mereka yang dominasi anggotanya  dari kelas 4,5,6 SD, jadwal latihan ketat grup simfoni kecapi agar anak-anak itu makin terbiasa dengan berbagai jenis lagu yang dimainkan, ya selain belajar music yang bersifat psikomotorik kami mengembangkan pula nilai afektif dimana saat bersama dalam latihan hingga pentas kami menanamkan  nilai kebersamaan, kerjasama, juga mengolah mental mereka untuk tampil di depan umum.
musik kecapi pentas di Celebes TV (live 30 Desember 2013)
Pementasan yang awalnya hanya merupakan pengembangan kurikulum Budaya Lokal Sulawesi Selatan dan kini sedang eksis memenuhi beberapa item undangan sungguh tidak diragukan lagi, terbukti dengan banyaknya permintaan pentas di beberapa tempat di Kab Maros, dan di seluruh kabupaten di Sulawesi Selatan. Menurut pelatih Rahmat Mappangara kegiatan sebelumnya memenuhi undangan perayaan penjemputan tamu-tamu guru asal Australia juga pementasan di kampung Lontara dan Hari Jadi Kabupaten Maros.
Tampak anak-anak  itu dengan pakai adat Baju Bodo bagi wanita dan baju serta celana Barocci bagi pria berwarna kuning persimbolan warna pakaian berstratifikasi karaeng /puang  dengan segala kelengkapan kostum tetap membuat  anak-anak bisa lepas bebas bergerak di lapangan yang sedang mengulang pengembangan atas tarian tersebut. Suara riang kecapi dan tabuhan gendang mengiring gerakan penari, badan mengikuti music membuat suasana lapangan SD Negeri 2 Unggulan Maros, tampak semangat kebersamaan, serta gerak tangan penari kecil mungil bergerak lembut dan kadang cepat.

suguhan musik kecapi dan tari untuk wisatawan mancanegara
Menonton pra pentas musik di Bandara Hasanuddin mereka sungguh  menguasai gerakan. Anak-anak mempunyai citarasa seni musik dan tari yang tinggi, meskipun pembina yang kami panggil pak Rahmat belum setengah tahun menjadi guru di SD unggulan tersebut. Pak Rahmat menambahkan bahwa “……karena  anak-anak senang mengikuti pelajaran musik kecapi berpartitur juga juga cepat me-trans tempo musik untuk ketepatan mengikuti gerak tari, sungguh aku belajar pula atas kehidupan tradisi budaya musik dan tari dalam kehidupan lampau tradisi Sulawesi selatan “,  imbuh pak Rahmat yang sangat gembira bisa mengajarkan musik simponi kecapi ensamble dan penyatuan tarian tradisi ini.
Dibandingkan dengan tim kesenian dari kabupaten lain, seni simponi kecapi diharapkan bisa bertahan di tengah-tengah “gempuran” musik pop saat ini. Juga ucapan terimakasih atas kerjasama teman-teman guru sepengajaran dan terlebih sebab dukungan dari kepala sekolah Ibu Hj. Halimah Tahang, S.Pd, M.Pd.





Menilik atas siklus program pembelajaran penguatan seni lokal maka musik simponi kecapi ensamble ini  merupakan bagian juga dari kurikulum pembelajaran seni budaya 2013 yang sedang diuji cobakan juga di Kab, Maros Sulawesi Selatan. Selamat kepada para siswa/i SD Negeri 2 Unggulan Maros atas prestasi mereka yang juga dinikmati oleh wisatawan manca negara seperti saat ini dalam pentas simponi musik kecapi di Bandara sultan Hasanuddin  Maros, maka perlawanan atas arus musik pop telah mereka tegaskan, wassalam. (k.mbck)

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Daeng Labbang mengatakan...

Semoga muzik ini tidak akan hilang di telan zaman...

Posting Komentar