Sex Mengurangi Rasa Sakit dan Penyakit

Jumat, Februari 21, 2020

Obat mujarab dan asyik, nyaman bahkan mudah dilakukan ya seks, Sex itu terapi segala macam penyakit, tegang leher, kolesterol hipertensi termasuk bete, ya ngesex sajalah, lebih bahwa terapi sex ini sifatnya alami. bagaimana tidak setelah orgasme air sperma itukan seperti membuang atau mengeluarkan saja penyakit, dah gituu enak lagi..halal...berpahala.

"Sehat ya... nge-sex, ga perlu pakai tunda-tunda jika mau". dan pengantarnya siapkan kondisi yang baik, lalu lakukan. Bincang ringan .Dr. Nouval Shahab, Consul...Sexual health clinic, berikut kami paparkan secara gamblang.

pengertian secara pisik, ya Seks itu ya sama saja seperti olahraga atau latihan peregangan otot yang membuat tubuh Anda terus bergerak aktif.

Lakukan hubungan seks yang ideal dua kali seminggu. agar memeroleh manfaat penting dari berhubungan seks itu, ini dapat meningkatkan daya pikir hingga mengurangi risiko kanker prostat.

Dalam sebuah jurnal Sex "American Journal of Geriatric Psychiatry" dikatakan,"bahwa meningkatkan daya berpikir hendaknya bersex, perihal ini dibuktikan dari sebuah percobaan yang dilakukan kepada 2.000 pria dan wanita, melalui ujian untuk mengingat angka dan mengerjakan soal matematika dasar, tampaknya mereka subur sex memahaminya soal tersebut dengan baik.

Atau ente mau Riset biar terasa ilmiah _ berikut pernyataan spesifik seputar manfaat berhubungan intim bagi kesehatan. Setidaknya ada 12 manfaat seks untuk kesehatan yang sudah terbukti.

Terapi Manfaat sex / berhubungan Intim Bagi Kesehatan

Umum perihal bahwa sex Meningkatkan Kendali Kantong Kemih
Gerakan pelvis saat berhubungan intim mengaktifkan otot kegel yang mengendalikan kontrol urin. Jadi, semakin banyak berhubungan seks akan baik untuk mengatasi lemahnya otot pelvis saat menua nantinya.

1. Melawan Pilek dan Flu
Berdasarkan studi oleh Wilkes University, mereka yang berhubungan seks beberapa kali dalam seminggu cenderung memiliki lebih banyak antibodi immunoglobulin A (IgA) dalam air liur. Antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap pilek dan flu.

Orang yang jarang berhubungan seks (kurang dari satu kali per minggu) memiliki IgA yang lebih sedikit.

2. Membakar Kalori
Seks meningkatkan peredaran darah dan memompa jantung. Prinsipnya, seks adalah sejenis olahraga yang pastinya lebih menyenangkan dibandingkan berlari di lapangan.

Seks memang tidak membakar banyak kalori. Berdasarkan studi tahun 2013 oleh The New England Journal of Medicine, pria berusia 30 tahun membakar 21 kilokalori saat bercinta.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Banyak studi yang sudah menunjukkan dampak aktivitas sosial dengan panjangnya usia. Secara spesifik, seks bisa mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan lainnya.

Pada tahun 2020, New England Research Institute juga melakukan studi masif dengan hasil yang menunjukkan bahwa aktivitas seks rutin bisa membuat tubuh terjauhi dari risiko penyakit jantung. Itulah manfaat seks yang selanjutnya.

4. Mengatur Kadar Hormon
Profil hormon seseorang yang sehat akan menunjang siklus menstruasi yang rutin dan menjauhkan gejala negatif menstruasi.

5. Menyembuhkan Sakit Kepala dan Mengurangi Sakit Fisik
Saat berhubungan seks, hormon oksitosin yang dilepaskan dalam tubuh bisa mengurangi rasa sakit. Studi yang diterbitkan Bulletin of Experimental Biology and Medicine menunjukkan para relawan yang menghirup uap oksitosin hanya merasakan setengah dari rasa sakit saat jari mereka ditusuk jarum.

6. Mengurangi Stres Menurunkan Tekanan Darah
Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara bercinta dan tekanan darah yang menurun. Menurut Joseph J. Pinzone, CEO dan direktur medis Amai Wellness mengatakan bahwa hubungan seksual membantu menurunkan tekanan darah sistolik.

Selain itu, manfaat hubungan intim bagi kesehatan adalah meredakan stres dan kecemasan. Sentuhan dan pelukan dapat melepaskan hormon yang membuat Anda merasa baik.

Ketika Anda merasakan gairah seksual, otak Anda akan melepaskan zat kimia yang meningkatkan sistem otak terkait kesenangan dan perasaan dihargai.

7. Menurungkan Resiko Kanker Prostat
Pada 2003, peneliti dari Australia menerbitkan studi yang menunjukkan semakin besar frekuensi ejakulasi oleh pria berusia 20-50 tahun, semakin kecil kemungkinan kanker prostat. Berdasarkan studi ini, pria berusia sekitar 20 tahun, direkomendasikan ejakulasi sekali dalam sehari.

Studi yang serupa dilakukan setahun setelahnya, oleh National Cancer Institute. Hasilnya, pria yang ejakulasi sebanyak 5 kali seminggu, akan lebih jarang mengidap kanker prostat.

8. Mengurangi Risiko Kanker Payudara
Studi menunjukkan bahwa wanita yang melakukan hubungan seksual akan punya risiko kanker payudara yang lebih rendah.

9. Meningkatkan Rasa Percaya Diri Memperbaiki Mood
Efek psikologis dari seks untuk kesehatan adalah rasa puas secara jangka panjang terhadap kesehatan mental seseorang serta memperbaiki kemampuan komunikasi secara jujur dan penuh keintiman.

Mereka yang aktif secara seksual lebih kecil diserang alexithymia, yaitu ketidakmampuan ekspresi dan pemahaman emosi.

10. Mencegah Preeklampsia
Preeklampsia adalah kondisi tekanan darah yang tinggi semasa kehamilan dan bisa menyebabkan disfungsi organ. Preeklampsia umum terjadi pada masa kandungan di usia 20 minggu, tapi bisa juga lebih dini atau bahkan setelah melahirkan.

Beberapa studi menunjukkan wanita hamil yang terekspos pada sperma pria, akan lebih aman dari serangan preeklampsia.

Sebuah uji coba oleh biologis Belanda di tahun 2000 juga mengonfirmasi bahwa wanita yang melakukan seks oral secara rutin akan memiliki risiko preeklamsia yang lebih rendah.

11. Meningkatkan Indra Penciuman
Para ilmuwan sudah lama menandai produksi hormon prolaktin yang hadir setelah orgasme. Pada tahun 2003, tim riset di Kanada melakukan tes pada tikus percobaan, dengan keberadaan prolaktin yang menumbuhkan saraf baru di otak pada bagian penciuman.

Dr. Samuel Weiss, salah satu peneliti, mengatakan kadar prolaktin setelah berhubungan seks, membantu membentuk memori yang merupakan bagian dari perilaku reproduksi.

_______

Selain itu, wanita yang terus aktif secara seksual bahkan setelah menopause cenderung jarang mengalami atrofi vagina (penipisan dinding vagina). Atrofi vagina ini yang menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil.
Adapun keringat yang Anda dapatkan selama seks, menurutnya merangsang produksi hormon endorfin.


Endorfin adalah zat alami yang berfungsi mengurangi rasa sakit sehingga pegal-pegal tergantikan dengan badan yang terasa lebih enteng dan bugar. Bginian lebih bikin mood bahkan meningkatkan daya ingat, jadi bersex-lah...untuk kebugaran anda, juga bahwa sex itu mengurangi rasa sakit yang diderita.

Kalo nge-sex pagi ?, ya sama enaknyalah dengan malam..
_____
Sangbaco "Dahsyat Terapi sehat sex "

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images