Bahasa itu Mitos

Bahasa itu mitos, tapi menjadi proses mewakili banyak hal sebagai simbol juga sebagai tand,” penandaan” /pemberian makna yang terus-menerus, tiada henti, dalam teks sastra,  jangan melihat kenyataan sebagai kenyataan tersebut, (haha..ha...sebuah dunia yang terbalik) mungkin orang memberi makna, sebab sudut pandang yang berbeda.


Kita mesti tega membayangkan kata -daun…, cinta.., misalnya, yang sebenarnya melampaui demarkasi politik, dan lingkungan social apapun: ia melebihi perjalanan makna yang riwayatnya ada disekujur sejarah manusia. 

Lebih dari mitos, aku suka yang lebih gila ketika di hari "H"q, dan kuanggap Bahasa bukanlah bahasa, sebelum kau mengenal habitatnya sebagai hutan liar, bahasa bisa saja cinta yang kita telan atau kawah yang kita muntahkan, karena rindunyapun adalah lejit panah yang hampir menancap - Kepadamu atau kepadaku, benar2 gila hari ini.
_______________
-maros 18 juli 2010.

Bahasa adalah masa kini juga masalalu yang kerap, tak mampu di identifikasi dengan baik,/Rolan Barthes-pula bilang bahasa itu mitos.--katanya "ya sebuah dunia acak (chaos) yang mampus-mampusan dan kita mencoba mengikatnya  dalam sebuah keteraturan sementara. Karena memang yang terjadi dalam tingkat pengucapan hanya proses” penandaan” /pemberian makna yg terus-menerus, tiada henti....__sedang dongo > kaimuddin.Mbck.Yapim.Maros 2009.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar