Bahasa itu Mitos

Melacak kapan bahasa itu bermula, atau merujuk legend Tarzan yang memulai bahasa itu dengan teriakan "o..wowoo..o ",  kapan menjadi kata dan tersusun dengan sistim arbitrer lalu melahirkan pengkamusan !, namun bagaiman hidup tanpa bahasa ?, 

Menguatkan ulang bahasa itu mitos, tapi menjadi proses mewakili banyak hal sebagai simbol juga sebagai tanda,” penandaan” /pemberian makna yang terus-menerus, tiada henti, 

Teks sastra bisa jadi lebih rumit, dengan adagium "  jangan melihat kenyataan sebagai kenyataan tersebut", (haha..ha...sebuah dunia yang terbalik) mungkin orang memberi makna, sebab sudut pandang yang berbeda.

Kita mesti tega membayangkan misalnya kata -daun…, cinta.., tikus..... memiliki pengertian  melampaui demarkasi politik, dan
 lingkungan social apapun
: ia melebihi perjalanan makna yang riwayatnya ada disekujur sejarah manusia. 



Bahasa bahkan Lebih dari mitos, aku suka yang lebih gila ketika di hari "H"q, dan kuanggap Bahasa bukanlah bahasa, sebelum kau mengenal habitatnya sebagai hutan liar, bahasa bisa saja cinta yang kita telan atau kawah yang kita muntahkan, karena rindunyapun adalah lejit panah yang hampir menancap - Kepadamu atau kepadaku, benar2 gila hari ini.
_______________

Bahasa adalah masa kini juga masalalu yang kerap, tak mampu di identifikasi dengan baik, hal ini disampaikan Rolan Barthes secara tersirat , bilangnya  bahasa itu aneh.--katanya "ya sebuah dunia acak (chaos) yang mampus-mampusan dan kita mencoba mengikatnya  dalam sebuah keteraturan sementara. Karena memang yang terjadi dalam tingkat pengucapan hanya proses” penandaan” /pemberian makna yg terus-menerus, tiada henti....__

:sedang dongo, kaimuddin.Mbck.Yapim_Maros 2010.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar