sepi baru saja gila : puisi

sepi ini bak pita kaset saja,  irama-nya merupa  kenangan melumer di setiap kolam, tembok,  bahkan jembatan, seberapa lagu lagi ..?,

sepi itu..sumpah serapah,
"kau  bajingan membawa pergi separuh hatiku,
lihatlah sepi ini  terasa bagai detak jam berjalan lambat,
pula tak sebayanganpun pada air kolam ptb selain  rupamu
kau kutuk cinta ya..., atau hantu gentayangan ?
   : sebab seluruh gerak adalah kau, tak selain kau bangsat...!.

sepi dalam gemuruh begitu menikam
 "Kuharap kau baik-baik saja, karena mengingatmu adalah pekerjaan baru yang selalu ingin kulakukan...., sedang bayanganmu seolah penjara yang mengurung, atau kadang kau menjelma  penyihir dengan tongkat sapu yang bebas berkeliweran ?, lihatlah
aku demikian berubah dan secepatnya harus di UGD, oh.....

sepi dalam pita kaset, kacau
sepi begini dan  kepikiran merampokmu..!!,
 merampok segala yang membuatku mengerti bahwa kau selalu ada, wanita dengan rambutnya yang tertiup angin, wanita  dengan segala warna-warni pelangi, wanita yang membuat mabuk, uh...: seberapa dalam kegilaan sepi ini, hingga kau perlahan kuhamilkan...!!, aku ingin kau diperutku dan bergerak

Sepi sebegitu kemarau yang bangsat,  kering dengan rindu retak-retak
berdoalah "semoga aku tak sampai padamu",
     karena sepuluh jemariku  menunjuk jantungmu, dan
     tak setempatpun  kecuali menggilaiku, aku harus meresma dan menelanmu bulat-bulat.

Sepi yang gila  dan  aku menghambur kewajan nasi goreng
      atau harus pecah-pecah terapung di kolam raksasa ptb. sepiku-lah detik yang meloncat tiba-tiba, dan cuaca berubah gila, "kemarau,  dan hujan...hanya sepersekian detik, uh..."
     ..
____
malam sepi gila di wisata kuliner ptb maros, banjir kopi dan riuh meng-akustik

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar