Vagina Kontemporer

Ketika tubuh perempuan merupakan obyek cinta, sebab mengerang di dalamnya keindahan, hal ini diperihalkan pula dalam persfektif bacaan Islam, tentang keindahan pinggul wanita tersebut lantaran di dalamnya terlibat atau bercokol 2 mahluk yang ikut memperindah bagian tersebut, juga risalah bahwa Tuhan menciptakan wanita dalam sebaik-baik bentuk.

Di era yang yang terlindas oleh simponi ambisi diri di tengah alam modernitas, obyek cinta itu dipengaruhi pula oleh kerja komunitas, di buat pula semisal iming-iming, bahkan menjadi barang lucu-lucuan. Mari ke-hal sensitive disebut “vagina”.

Di Negara Itali ada klinik dengan inisial “ Vagino Plaste”, terjemah menerangkan bahwa klinik tersebut bergerak dalam operasi selaput darah atau semacam revarasi selaput darah, tersebutlah perempuan Sudan dengan pasangan sex bebas warga prancis, pasangan tersebut mesengaja ke klinik tersebut, dengan tujuan agar malam pertama saat perkawinan di Sudan, masyarakat mesti tahu bahwa wanita Sudan itu masih perawan sebelum nikah. 


Kata dokter berseloroh,“ mo nikah dgn siapa mba’, jawab pria Prancis “saya”, lantas knapa mesti operasi, kan mainnya ma itu juga ?”, jawab wanita Sudan “ya benar aku selalu main ma dia, hanya warga kampong saya mesti percaya bahwa saya masih perawan”, yah sekali lagi demi malam pertama agar terlihat ada darah pada sefrei, tak berselang lama wanita warga Negara Sudan-pun usai di operasi.

Demikian pula di los Angeles, wanita Amerika itu yang diketahui telah 10 tahun usia nikah mereka, juga tak melupakan operasi selaput darah itu, hanya untuk sekedar usai main di malam valentine, suaminya kaget dengan keperawanan istrinya. Kata suaminya “ anak sikul ih …mama’na bisami perawan lagi..?,

2 perihal ini dengan keahlian sama, tentang sub refroduksi perempuan, tapi efek kultural, ideologis, filosofi dan tutorialnya beda. Operasi selaput darah di gunakan berbohong di Sudan dan menjadi lucu-lucuan di Los Angeles.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar