Dialog Film Pesan Jihad "Umar Mukhtar"

Episode nonton bareng film tahun 1980-an "Lion Of The Desert".
Mengekspresikan  sejarah gejolak kebangkitan fasisme di Italia sebagai penjajah atas Libya. Sejarah yang kemudian mengabadikan  tokoh Libya Umar Mukhtar sang guru mengaji, terhadap kekuatan Regio Esercito (Tentara Kerajaan Italia), episode perang yang menandai  Tank dan pesawat terbang digunakan di gurun  pertama kalinya.untuk mengalahkan perlawanan terhadap masyarakat muslim tersebut. Kekejaman penjajah, perusakan tanaman, penjara dan kamp-kamp konsentrasi di belakang kawat berduri menjadi bagian properti yang di nuansakan gurun.

Kecamuk perang 20 tahun yang dilancarkan untuk  mengembalikan kejayaan Imperial Rome yang hilang. Tokoh Omar Mukhtar (Anthony Quinn) dengan perlawan gerilya dikeluh para jenderalnya di Italia. Untuk menghancurkan revolusi Libya setelah dua puluh tahun gagal, dan setelah kehilangan lima jenderal Italia terbaik, Mussolini mengirimkan jendralnya yang paling terampil, Graziani, ke Libya. Adegan ini kemudian dikontraskan dengan adegan Umar Al-Mokhtar.


Tokoh dengan karakter guru tua yang berubah menjadi pemberontak selama penjajahan Italia, mengajar murid-murid mudanya di Libya. Graziani pergi ke Libya dan memulai kampanyenya untuk menghancurkan revolusi. Rakyat Libya menunjukkan perlawanan besar dan membuat pengorbanan besar untuk mempertahankan negara mereka.

Menghanyutkan adegan wanita mengurai air mata, yang mendapati suaminya sahid, kata Umar Mukhtar di sela mengajari anak-anak Libya mengaji, " Menangis gembiralah seharusnya atas suamimu yang sahid, dan sembunyikan air mata itu dari anakmu, kuatir ia lemahkan jihad yang sedang mengerang di dadanya".


Adegan berakhir dengan tiang gantungan, amanah Umar Mukhtar yang di pahatkan (kini) di Taman Pahlawan mengabidakan teks berikut "karena Allah, semangat hari ini kelak menghidupkan ratusan bahkan ribuan Umar Mukhtar"_

Literasi Film : Sang baco


{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar