Tulis Tulis Saja Maros Marusu

Menyusuri kota kabupaten yang beberapa tahun terakhir cukup pesat pembangunan fisik ini, Maros, dahulu disebut "Marusu", dalam kurun waktu abad XV sampai abad XVI telah berdiri sebuah kerajaan dengan Raja pertama bernama Karaeng Loe ri Pakere,  kerajaan dengan wilayah yang cukup luas,  dan diapit oleh dua Kerajaan besar yaitu Gowa dan Bone, sebabkan Marusu pada masa lalu merupakan daerah urban, atau sebuah tempat yang sering disinggahi atau kemudian juga di jadikan sebagai tempat untuk tinggal, (meminjam nama betang, dengan sebelumnya (lampau) di sebut abbetang (kini), atau ramairamai ke Maros, ya tempat yg manis ...cakep..., atau tempat yang mudah membuatmu jatuh hati, haha...ha..., maka demikianlah hingga era kini mayoritas penduduk Kab.Maros adalah sibgah /percampuran dua daerah tersebut, dengan bahasa masyarakatnya Bugis dan Makassar.

10- hari sebelum lebaran, dengan pesta nuansa religi yang begitu banyak, mesebar di daerah kabupaten ini, memungkinkan masyarakat maros di perantau-an kembali pulang, tak semalampun terlewatkan, ajang /kompetisi yang memicu kreatifitas masyarakat maros kian menjadikan daerah ini terasa California haha...ha....(istilah bego si penulis) daerah ini terasa seperti negara bagian dengan penduduk yang sangat aktif tumbuh berbudaya dan berseni, (malam lebaran yang bising suara knalpot dan debu pengunjung PTB, tak terkecuali). segala terlihat sangat bebas dan merdeka.

3- hari setelah lebaran, susuri kota dan warkop yang kebanyakan tutup, tak perlu jalur panjang hanya dari arah Makassar lalu lintasi jembatan Butta Toa, mata kita tersuguhi silih berganti papan nama warung kopi dengan WiFi dan warnet-warnet. Nama-nama sarana rehat ini bermacam-macam, mulai dari bahasa lokal, bahasa Indonesia, bahasa asing, nama pemilik, sampai berbagai akronim dan pelesetan yang tidak semata-mata mengemban makna, tetapi sekadar unik. Ya.. wifi cukup pesat sekitar 5 tahun terakhir ini. sedang setahun lalu sempat menikmati jaringan bebas petebe, mungkin ini upaya blogger maros memotivasi pemerinah setempat U/ mejadikan maros kota cyber, haha...ha..

Mengenang  Maros dari idiom Marusu , dengan tafsiran Marusung /suatu keadaan yang sederhana baik individu maupun sebagai kelompok masyarakat, Jika kata tersebut menjadi kata berulang A rusung rusung, akan bermakna paa hal yang menunjukkan pada seseorang yang mempunyai keahlian dan kelebihan dalam membawa diri, dan jika bertekad ia tak menyerah sebelum menggapai sesuatu itu, sebutlah itu semisal  cita-cita, atau teguh pada tercapainya ide-ide.

.___ Wifi.id samping SMK Kebangsaan Maros.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar