Aspirasi Honorer K2 Diterima Menpan RB ( Raker Komisi II DPR)

Anggota Komisi II DPR RI, Andi Mariattang, menyerahkan berkas aspirasi honorer K2 kepada Kemenpan RB. Berkas diterima langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin saat rapat kerja Komisi II dengan Kemenpan RB, Selasa (17/9).

Andi Mariattang yang merupakan anggota DPR dari Fraksi PPP asal Dapil Sulsel II ini meminta Menteri PAN RB sebagai pihak yang berwenang untuk segera menindaklanjuti dengan solusi yang tepat.

“Harus ada solusi yang tepat bagi saudara-saudara kita honorer yang selama ini masuk K2 dan telah mengabdi tanpa mengenal lelah bagi bangsa,” ujar Andi Mariattang, Selasa (17/9).

Data K2 itu tersebar dalam berbagai profesi. Ada guru, tenaga kesehatan, dosen, administrasi perkantoran, dan lainnya.

Sebelumnya, Andi Mariattang memang sangat perhatian terhadap nasib para honorer. Dia meminta agar informasi mengenai solusi nasib honorer kategori dua (K2), bisa disampaikan secara terang benderang oleh Kemenpan-RB.

“Dari banyak tempat, kami menerima masukan dan aspirasi. Tentu saja kita prihatin mendengar rintihan kepedihan dari mereka yang merasa terzalimi dari kebijakan ini. Terutama dari mereka yang mengaku sudah mengabdi puluhan tahun. Pemerintah harus responsif memberikan informasi bagaimana solusi terhadap mereka ini,” kata Andi Mariattang, belum lama ini.

Saat ini, menurut Mariattang, masyarakat masih mempersoalkan pembatasan syarat usia maksimal 35 tahun yang dinilai diskriminatif. Karena fakta di lapangan usia di atas 35 tahun itu masih dominan yang bekerja produktif. “Seharusnya objektiflah, banyak di antara mereka (non PNS), justru lebih banyak kerjanya,” kata Mariattang._Sumber Kopel On-line.

{ 4 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Arif Azis mengatakan...

Diutamakan semua Honorer yg usia 35 keatas dong, jangan dikotak kotakan honorer k2 saja

Arif Azis mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Arif Azis mengatakan...

Ya kl sekedar hoax atau bukan bukti tau sndiri deh balesannya, Alloh Yg akan Balas.

Unknown mengatakan...

Kalaupun bisa bapak ke papua meninjau ke pdalaman yg terpencil agar bapak melihat bagaimana nasib kami.

Posting Komentar